Share

Unram - Selandia Baru Jajaki Riset Bidang Pangan

Fariz A Sudrajat, Okezone · Senin 10 September 2012 11:55 WIB
https: img.okezone.com content 2012 09 10 373 687545 edyMWwdA3x.jpg Prof. Richard Archer (Foto: dok. Unram)

JAKARTA - Universitas Mataram (Unram) sedang giat menjalin kerjasama pendidikan dengan Selandia Baru. Terbaru, pihak Selandia Baru menjajaki peluang kerjasama pendidikan dan riset dalam bidang teknologi pangan.

Penjajakan kerjasama ini dilakukan oleh ahli teknologi pangan dari Massey University, Selandia Baru, Prof. Richard Archer dengan mendatangi Unram, 20 September mendatang. Kedatangan Archer dimaksudkan untuk meningkatan mutu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dengan Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri Unram.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Menurut Rektor Unram Prof. Ir. Sunarpi, Ph.D.,  pihaknya akan terus meningkatkan mutu dan daya saing Unram di tingkat nasional dan internasional dan terarah sesuai dengan kemampuan sumber daya yang dimiliki Unram. "Kita harus bekerja lebih keras, konsisten dan terarah seperti yang direncanakan dalam Blue Print Pengembangan Unram, untuk memabawa maju Unram menjadi perguruan tinggi riset berkelas dunia pada 2025," kata Sunarpi, seperti dikutip dari laman Unram, Senin (10/9/2012).

 

Dekan Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri Prof. Ir. Ekobasuki, M.App.Sc., Ph.D. mengimbuh, dalam kunjungan Archer kali ini juga akan dibahas kerjasama Internasional Riset Kolaboratif untuk mengembangkan Program Riset Unggulan Internasional antara Unram dan Massey University New Zealand khususnya di bidang Teknologi Pangan dan Agroindustri.  Pemilihan bidang Teknologi Pangan dan Agroindustri, kata Ekobasuki, dilatarbelakangi fakta bahwa bidang ini sangat prospektif di masa depan.

"Karena sebagai provinsi agraris, pemerintah daerah mesti jeli melirik industri hilir pertanian. Dan bidang Teknologi Pangan dan Agroindustri adalah bidang yang sangat diperlukan dalam mengembangkan provinsi NTB," kata Ekobasuki.

Dia berharap, bidang ini dapat dikembangkan sedemikian rupa sehingga dapat menciptakan beragam lapangan kerja dan menangani masalah tingginya angka pengangguran dan kemiskinan di wilayah tersebut.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini