Image

KPAI Janji Bantu Ungkap Pelaku Pembakaran Bocah di Manado

Bagus Santosa, Jurnalis · Selasa 11 September 2012, 13:25 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2012 09 11 500 688149 YbPoaTD0r5.jpg Ilustrasi (Okezone)

JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima aduan kasus pembakaran anak hingga berujung maut atas nama Duvan Kristian Wayongkere (10). Orang tua korban, Jackson Wayongkere, jauh-jauh dari Manado, Sulawesi Utara ke Jakarta untuk mengadukan kasus kematian anaknya yang sudah dua tahun ini berhenti.

Sekretaris KPAI M Ikhsan mengatakan, sejak 2 Januari 2010, saat kejadian dibakarnya Duvan, Jackson mengadukan kasus ini ke Polsek Tikala, Manado. Namun, berkas ini tidak sampai ke pengadilan dan hanya berstatus P-19 lantaran tidak adanya pelaku dalam pembakaran.

"Kedatangan Pak Jackson ke KPAI untuk meminta keadilan, terhadap kasus pembakaran anaknya. Kasus ini ditangani polisi dan kemudian berhenti karena tak ada tersangka untuk di pengadilan," kata Ikhsan di kantor KPAI, Jakarta, Selasa (11/9/2012).

Dijelaskan Iksan, selama dua tahun ini, Jekson sendiri sudah mencari pembelaan untuk pengungkapan kasus ini. Komnas HAM dan Mabes Polri pun yang disambangi Jekson, tidak bisa membantu dalam penyelesaian kasus ini.

"Sejak tahun 2010 Jackson sudah lapor kemana-mana dan hari ini ke KPAI. Dia minta dukungan KPAI untuk ungkap siapa pelaku pembakaran," kata Ikhsan.

Karena itu, KPAI akan melakukan kordinasi ke polisi dan komnas HAM untuk pengungkapan kasus ini. "Kita akan kordinasi dengan Polisi dan Komnas HAM, karena mereka yang investigasi ke lapangan, kita mendesak untuk pembuktian siapa pelakunya," jelasnya.

Jacksondatang ke KPAI didampingi oleh pemerhati anak, Seto Mulyadi yang disapa Kak Seto. Dalam pengaduan ini, Jekson juga menyertakan beberapa bukti diantaranya rekaman pengakuan dari Duvan sebelum kematian dan foto-foto luka bakar yang dialami Duvan.

Kak Seto yang ikut mendampingi Jackson menyebut, langkah yang dilakukan dengan cara pengaduan ke KPAI agar kasus pembakaran Duvan terungkap. "Dulu saya tahu kasus ini sekitar 2011, terakhir monitor ternyata tidak ada pengungkapan dan masih di kepolisian, karena itu kita adukan ke KPAI," jelas Seto.

Duvan sendiri tewas setelah diduga dibakar oleh dua tetangga korban. Menurut informasi yang dihimpun KPAI, bocah itu dibakar setelah sebelumnya disergap di sebuah tempat gelap, sekitar 5-100 meter dari rumahnya di Kelurahan Ranomuut Lingkungan 7, Kecamatan Tikala, Kota Manado. Kasus ini sendiri langsung dilaporkan ke Polsek Tikala, Manado.

Namun, dua tahun berlalu, kasus ini mangkrak dan tidak kunjung tuntas. Pasalnya, dua orang yang diduga sebagai pelaku pembakaran, yaitu Marvil dan Opa Ma Keke, hingga kini tidak pernah diproses secara hukum bahkan dijadikan saksi.

Polisi malah menetapkan seorang perempuan bernama Rin sebaga tersangka. Rin, adalah seorang penjaga warung di dekat lokasi kejadian. Saat kejadian, Rin tidak menolong Duvan yang teriak minta tolong dan dalam keadaan terbakar. Rin malah menutup pintu rumahnya dan mematikan lampu.

Kendati dijadikan tersangka, Rin hingga kini belum diadili. Pasalnya, berkas yang disuguhkan Polisi ke Jaksa Penuntut Umum dianggap tidak lengkap.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini