Selundupkan 4,8 Kg Obat Bius, WN India Duduk sebagai Pesakitan

Irwansyah Putra Nasution, Okezone · Kamis 13 September 2012 03:00 WIB
https: img.okezone.com content 2012 09 12 340 689032 09Z4mH4Z26.jpg Ilustrasi Narkoba

MEDAN - Pengadilan Negeri Medan menggelar persidangan dengan terdakwa Kulamdhas Thakeer Mohammed Rafeek, warga negara India karena menyelundupkan obat bius seberat 4,8 kg. Selama persidangan terdakwa di dampingi penerjemah karena tidak bisa berbahas Indonesia, Rabu, (12/9/2012).

Majelis Hakim yang dipimpin oleh ketua Lelilawati dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Cut Indri menjelaskan, terdakwa Khulamdas didakwa melanggar Pasal 196 jo Pasal 197 UU No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

Berdasarkan kronologis yang dibacakan JPU bahwa terdakwa membawa barang haram tersebut ke Indonesia karena disuruh oleh temannya dengan imbalan sebesar USD200 bila barang tersebut sampai kepada si penerima.

"Terdakwa melakukan tugasnya demi mendapatkan imbalan dan telah melanggar UU kesehatan," kata JPU.

Sebelumnya, terdakwa Kulamdhas berhasil ditangkap petugas Bea dan Cukai di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Polonia Medan, dan setelah sebelumnya menumpangi pesawat Silk Air MI 234 yang terbang dari Singapura.

"Sebelum tiba di Singapura, terdakwa menumpangi pesawat Singapore Airlines dari India," jelas Cut Indri.

Petugas Bea Cukai yang curiga saat obat bius tersebut melewati mesin X-Ray menemukan ketamine yang disimpan dalam 49 wadah stainles.

Terdakwa menyusun 9 wadah stainles kosong diatasnya dan dibagian bawahnya obat bius sebanyak 4,86 kg ketamine yang di sejumlah negara sudah tergolong dalam zat psikotropika ini.

Usai mendengar keterangan jaksa, majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda mendengar keterangan saksi. (sus)

(ded)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini