nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Generasi Muda Bangsa Harus Contoh Nasionalisme Bung Karno

Fahmi Firdaus , Jurnalis · Sabtu 15 September 2012 03:16 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2012 09 15 337 690198 eH4nMo4XJt.jpg Ilustrasi (Okezone)
JAKARTA - Ketua Dewan Pembina Pemuda Demokrat Indonesia 1947, Edwin Hernawan Soekawati, menyoroti merosotnya rasa nasionalisme bangsa di era globalisasi ini. Edwin mengatakan, hal itu sangat menyedihkan sekali, apalagi kalau dikaitkan dengan ikrar yang dijunjung Pemuda Demokrat Indonesia 1947 untuk menjaga dan mengimplementasikan nasionalisme.

Edwin menegaskan, Pemuda Demokrat Indonesia 1947 adalah independen dan mempunyai ciri khas mengamankan Pancasila, UUD 1945 dan NKRI, seperti yang diajarkan pendiri bangsa, Bung Karno," kata Edwin di Jakarta, Jumat (14/9/2012).

Dia menambahkan, sudah menjadi keinginan senior dan Dewan Pembina Pemuda Demokrat Indonesia 1947, supaya generasi mendatang memahami perjuangan proklmator Bung Karno. "Kita adalah anak kandung dari perjuangan Bung Karno. Saya ingatkan, kader-kader Pemuda Demokrat Indonesia 1947 untuk memerjuangankan paham-paham aliran nasionalisme," ujarnya.

Dia juga mengingatkan, agar tetap berjuang dengan menjunjung tinggi pancasila sebagai dasar negara. Ia menyoroti, sila di Pancasila khususnya sila keempat. Dia mengatakan, sila pertama, kedua, ketiga dan kelima penerapannya sudah baik, namun harus ditingkatkan.

"Kalau sila keempat sudah tidak dijalankan di negara ini, oleh kita semua. Kita menganut musyawarah mufakat, tapi kita sekarang sudah menganut sistem bebas, pemilihan langsung. Ini demokrasi liberal yang menurut Bung Karno ecek-ecek. Tapi, sekarang  sudah dibuat sedemikian rupa, mau tidak mau kita ikut sistem yang mainstream tidak pancasilais," katanya.

Dia menambahkan,  UU Pilpres, UU Partai Politik, keputusan yang diambil DPR, MPR dengan cara voting, bukan ciri khas pancasila. "Dapat kami sampaikan, sila keempat sudah tidak dijalankan. Mari kita hapus UU Pilpres, UU Parpol, sesuaikan dengan sila keempat," katanya.

Dia menegaskan, sila keempat sekarang ini sudah menyedihkan sekali penerapannya. "Mari kita berjuang untuk memosisikan kembali sila-sila itu. Pancasila sekarang hanya dikeramatkan, tapi tidak dijalankan," ungkapnya.

Menyinggung soal pemilukada DKI Jakarta, ia mengingatkan pihak kedua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nanti untuk bisa menerima kekalahan. Menurutnya, jangan menghalalkan segala cara untuk mencapai kemenangan.

"Setelah pemilukada, siapapun yang menang, Pemuda Demokrat Indonesia 1947 harus menjadi juru damainya.  Kader Pemuda Demokrat merupakan pemersatu, bukan pemecah belah," katanya.
Ketua Umum Pemuda Demokrat Indonesia 1947, Sirra Prayura, mengatakan,  nasionalisme sudah tergerus kapitalistik.

Untuk itulah, ia menegaskan, peran Pemuda Demokrat Indonesia 1947, adalah menjaga kembali spirit nasionalisme itu. "Pemuda Demokrat Indonesia 1947, adalah garda ke depan untuk memelopori kembali nasionalisme itu. Jangan sampai kita tersandera sistem dan liberalisasi," bebernya, usai acara.

Ke depan, pihaknya akan merancang program pendidikan kader, dalam rangka memerkuat ideologi, meningkatkan semangat nasionalisme lagi. "Kami tidak akan berhenti berteriak tentang kondisi bangsa kita. Kami akan mendorong, bersuara, meneriakan jangan sampai bangsa ini tenggelam dalam arus liberalisasi," katanya.

"Kami institusi independen, plural, ada latar belakang. Kami tidak ingin masuk faksional kekuasaan," tambahnya. Terkait pemilukada DKI, dia mengingatkan siapapun pemenang nanti untuk menjadi pemimpin yang pro rakyat, menyampingkan kepentingan pragmatis, berpikir membangun dan mensejahterahkan rakyat, serta menjadi pemimpin sederhana dan jujur.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini