Share

2 Mahasiswa Usakti Bersinar di Kancah Internasional

Rizka Diputra, Okezone · Senin 17 September 2012 13:07 WIB
https: img.okezone.com content 2012 09 17 373 690827 ayrQNz20Tl.jpg Foto : Rifa Nadia Nurfuadah/okezone

JAKARTA - Universitas Trisakti (Usakti) patut berbangga karena telah mencetak mahasiswa berprestasi bahkan menembus skala internasional. Adalah Sannia Mareta yang merupakan mahasiswi jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Usakti yang masuk empat besar finalis dalam Skill For Employability Challenge yang diselenggarakan oleh British Council.  

Rektor Usakti Thoby Mutis mengatakan, Usakti senantiasa memberi dukungan penuh kepada mahasiswa yang berprestasi. Bukan hanya di bidang akademik saja, melainkan pada setiap prestasi lainnya seperti dibidang seni, budaya, olahraga dan teknologi.

 

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Menanggapi prestasi yang diraih mahasiswanya, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan H I Komang Suka'arsana mengatakan, bentuk dukungan kampus kepada para mahasiswanya bisa dalam bentuk beragam. "Bisa berupa beasiswa, keringanan untuk mengikuti kegiatan diluar kampus yang bersifat prestasi, hingga pembiayaan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan tingkat internasional tersebut,” kata Komang dalam siaran pers kepada Okezone, Senin (17/9/2012).

 

Sementara itu, Sannia Mareta menyampaikan terimakasih atas dukungan kampus yang selama ini diberikan sehingga menunjang prestasinya yang kemudian membawa dirinya 'unjuk gigi' di kancah internasional. "Terimakasih kepada Usakti yang terus memberikan support kepada saya baik dari segi sarana dan prasarana serta jaringan sehingga saya dapat mengikuti kompetisi tersebut,” ujar Sannia yang meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,89 selama tujuh semester berturut–turut.

 

Tidak hanya Sannia, Bernard Dimas Rexa juga mengantongi sejumlah prestasi. Mahasiswa semester lima jurusan Teknik Mesin ini sukses menciptakan robot pembersih kaca gedung dan mendapat penghargaan berupa medali emas di International Youth Invention Exebition 2012 di Taiwan dan medali perak pada European Exhibition Of Creativity and Innovation 2012 di Rumania.

 

Selain itu, Bernard juga pernah mendapat penghargaan berupa medali perak dengan baterai karyanya yang berasal dari kulit pisang di International Youth Exhibition 2012 di China. “Dengan dukungan dari sarana dan prasarana Usakti, dapat membuat saya dan tim terus berinovasi dalam mengkreasikan produk-produk kami,” ujar Bernard.

 

Ketua Tim Promosi Usakti Noor Eddy mengaku, keberhasilan itu tidak mudah dicapai begitu saja. Namun diperlukan upaya dalam mencari dan membentuk mahasiswa yang berprestasi. “Kami mengikuti pameran-pameran pendidikan di seluruh Indonesia, bekerjasama dengan sekolah menengah atas ternama, sehingga kami dapat memberikan beasiswa kepada siswa tersebut,” kata Noor.

 

Tidak hanya itu, lanjut Noor, pada 2011, Usakti juga menorehkan sejumlah prestasi. Sebut saja penganugerahan akreditasi dari pemerintah Malaysia bagi program studi kedokteran gigi, penyelenggaraan delapan program gelar Ganda Sarjana dari Edith cowen University–Australia, Purdue University-USA, dan Koffie Anana Businness School-Belanda.

 

“Saat ini mahasiswa asing yang saat ini belajar di Usakti, antara lain Malaysia, China, Korsel, Laos, Iran, Madagaskar, Thailand, Kamboja, Papua Nugini, dan Myanmar. Populasi mahasiswa terbanyak adalah dari Malaysia,” pungkasnya.

(mrg)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini