Share

Penelitian Jangan Hanya Berakhir di Tumpukan Kertas

Margaret Puspitarini, Okezone · Selasa 18 September 2012 19:12 WIB
https: img.okezone.com content 2012 09 18 373 691719 qzjK8lLunO.jpg Foto : UB

JAKARTA - Sering kali hasil penelitian kalangan akademisi baik mahasiswa maupun dosen hanya berakhir pada tumpukan kertas. Maka, hendaknya, hasil penelitian harus diinovasi untuk kepentingan masyarakat.

 

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Demikian diungkapkan Lektor Kepala Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (UB) Malang Lilik Setyobudi dalam acara Konferensi Nasional Kewirausahaan Pengembangan Kewirausahaan Masa Lalu, Masa Sekarang dan yang Akan Datang di Gedung Paska Sarjana FEB, Selasa (18/9/2012).

 

Lilik mengatakan, selama ini hasil penelitian yang ada di UB sudah sangat berlimpah. Namun sayangnya masih banyak yang belum diterapkan untuk kepentingan masyarakat. "Inovasi ilmu pengetahuan dan teknolgi (iptek) yang dihasilkan oleh UB setiap tahun berlimpah, namun sangat minimal yang menjadi komersial," kata Lilik, seperti disitat dari laman UB, Selasa (18/9/2012).

 

Untuk menggiatkan inovasi penelitian yang berbasis pengabdian masyarakat, lanjut Lilik, model yang cocok diterapkan untuk UB adalah social entrepreneur model, yakni bentuk inovasi yang berbasis pada pengabdian masyarakat. Salah satu tokoh social entrepreneur adalah penerima penghargaan nobel perdamaian, yakni Muhammad Yunus dan Madam Theresa.

 

"Model entrepreneur ada empat macam, yaitu government entrepreneur, academic entrepreneur, business entrepreneur, dan social entrepreneur. Dari keempat model  entrepreneur tersebut yang paling cocok diterapkan di UB adalah model yang terakhir," paparnya.

 

Dia menyebutkan, model social entrepreneur cocok diterapkan karena masalah sosial menjadi topik utama dalam kampus. "Mindset masyarakat kampus saat ini harus diubah. Perguruaan Tinggi tidak hanya menjadi tempat mengajar dan penelitian tapi juga pengabdian masyarakat sangat penting," tutur Lilik.

 

Senada dengan Lilik, Rektor UB Yogi Sugito yang juga menjadi pembicara inti dalam acara tersebut mengatakan, lulusan program magister dan doktor UB diharapkan menjadi pelopor atau pencipta pekerjaan yang tidak hanya pintar dalam mencari pekerjaan saja. "Konsep lulusan sebagai pencipta lapangan kerja sesuai dengan prinsip perguruaan tinggi membantu masyarakat dan pemerintah dalam mengisi pembangunan," pungkas Yogi.

 

Sementara itu, kata Lilik, untuk mewujudkan sebagai entrepreneur university, UB akan menerbitkan buku pedoman pembelajaran (to be) entrepreneurship. "Buku tersebut saat ini masih dalam proses pengidentifikasian melalui  ISBN atau International Standard Book Number. Buku tersebut tidak hanya untuk UB saja, tapi juga perguruaan tinggi di ASEAN," imbuh Lilik.

(mrg)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini