Mantan Panglima TNI Berbagi Pengalaman Tangani Konflik di Myanmar

K. Yudha Wirakusuma, Okezone · Rabu 19 September 2012 21:31 WIB
https: img.okezone.com content 2012 09 19 339 692326 d80dHCoXTL.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Hingga saat ini, konflik bersenjata di Myanmar belum kunjung selesai. Mantan Penglima TNI Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto, diundang khusus untuk menangani konflik bersenjata di sana.

"Ada komunitas internasional, yakni Military Dialog Centre (MDC), yang ingin membantu Pemerintah Myanmar menyelesaikan konflik bersenjata di Myamar," kata Endriartono, di Jakarta, Rabu (19/9/2012).

Endriartono menambahkan dari 11 etnik yang berkonflik dengan pemerintah myanmar, sudah 10 etnik yang melakukan gencatan senjata di Myanmar. Namun Konflik yang sudah berjalan puluhan tahun, hingga saat ini belum diselesaikan.

"10 etnik melakukan gencatan senjata, namun ada beberapa butir yang belum disepakati. Masih sering terjadi konflik," ucapnya.

Indonesia, lanjut  Endriartono, punya pengalaman dengan cara damai dengan cara militer. Mereka mencoba untuk dapatkan hal pengalaman kita. Kita berusaha titik temu, kira-kira bagaimana, membantu penyelesaian yang damai.

Endriartono memaparkan pengalamannya menangani konflik bersenjata di Aceh. "Mereka tampaknya antusias mendengarkan paparan saya, dan nanti akan ada pertemuan selanjutnya dengan beberapa pejabat militer di sana. Sebelumnya, saya sudah bertemu beberapa pihak di sana, termasuk dari kelompok oposisi," papar Endriartono.

Myanmar memiliki ketertarikan dengan kemampuan militer di Indonesia menyelesaikan konflik dengan cara damai atau dengan cara militer.

"Mereka kemudian ingin mendapatkan pengalaman itu dari kita," ucap Endriartono.

Sambung Endriartono, militer bisa menyelesaikan konflik, tergantung kepada kepentingan politik dari presiden, apakah dengan cara militer atau cara damai. "Kami mengambil pengalaman dari Aceh. Yang dipentingkan dalam operasi militer adalah bagaimana merebut hati nurani rakyat, dan prajurit harus menghormati HAM," tutur Endriartono.

(ydh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini