Share

UNM Tawarkan Konsep SMK Industri Sutra

Arpan Rachman, Okezone · Rabu 19 September 2012 16:50 WIB
https: img.okezone.com content 2012 09 19 373 692217 8TIjdIfrsz.jpg Image: Corbis

SOPPENG - Sentra budidaya murbai untuk dikembangkan menjadi kain sutra di Kabupaten Soppeng menarik perhatian rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Dr. Arismunandar. Rektor pun menawarkan konsep Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Industri Sutra kepada Bupati Soppeng. Sekolah tersebut nantinya mendidik siswa untuk mengembangkan ide dan kreativitas dalam melukis kain sutera.

 

"Konsepnya bukan bagaimana siswa memelihara dan mengembangbiakkan murbai, tetapi di sini diajarkan bagaimana melukis kain sutera sehingga menghasilkan karya seni yang bernilai ekonomi tinggi," papar Prof. Arismunandar.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

 

Ungkapan itu dibeberkan kepada Bupati dan sejumlah Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kabupaten Soppeng saat melakukan supervisi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Angkatan V di Kabupaten Soppeng, belum lama ini.

 

Prof. Arismunandar menyebut, sudah saatnya ada sekolah yang mampu mengolah potensi sumberdaya alam yang dimiliki suatu daerah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi. Lagi pula siswa yang dihasilkan akan memiliki kemampuan untuk berwirausaha.

 

"Potensi sutra saya kira sangat tepat dikembangkan di Soppeng," imbuhnya.

Guru besar manajemen pendidikan tersebut mengapresiasi pemerintah dan masyarakat Kab. Soppeng yang mau menerima dan membimbing dengan baik para mahasiswa KKN PPL.

 

"Saya lihat wajah mahasiswa yang KKN disini cerah-cerah dan bertambah gemuk semua, ini membuktikan mereka bahagia dan terjamin selama pelaksanaan KKN PPL," ucapnya.

 

Sementara itu, Bupati Soppeng, Soetomo, sangat menghargai ide pendirian sekolah tersebut dan berjanji akan membahasnya bersama pihak DPRD Soppeng.  Mewakili pemerintah dan masyarakat, Bupati juga mengapresiasi pelaksanaan program KKN PPL dari UNM di daerahnya. Terutama karena program ini secara langsung berkontribusi terhadap upaya peningkatan kualitas pendidikan yang merupakan salah satu prioritas pembangunan di Soppeng.

 

Selain itu, Soetomo juga mengatakan bahwa KKN PPL ini adalah bentuk kongkrit pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi yang bertujuan untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat, sekaligus menjadi wahana bagi para mahasiswa dalam mengaktualisasikan disiplin ilmu.  "Selama ini keberadaan mahasiswa KKN selalu memberikan terobosan baru, terutama dalam hal mengatasi permasalahan pendidikan yang dihadapi di sekolah," tukas Soetomo.

 

Dia juga mengimbuh, partisipasi UNM dalam meningkatkan taraf pendidikan di Soppeng, tidak hanya dalam bentuk penempatan mahasiswa KKN, tetapi juga dalam bentuk lain, semisal pembimbingan guru dalam sertifikasi guru, dan kerjasama dalam penyetaraan akta IV.

 

"Kerjasama terbaru adalah pembinaan anak sekolah kami dalam bidang studi matematika, sehingga berhasil meraih juara II nasional O2SN Matematika 2012," ucapnya.

 

Program KKN PPL merupakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata yang digabungkan dengan kegiatan praktik pengenalan lapangan berlangsung selama tiga bulan. Peserta KKN PPL UNM Angkatan V ini berjumlah 1.395 mahasiswa, 581 mahasiswa di antaranya ditempatkan di Soppeng.

 

Selain melakukan supervisi KKN, Rektor UNM dan Bupati Soppeng juga menandatangani kesepakatan bersama peningkatan SDM dalam rangka otonomi daerah Soppeng dan pelaksanaan kajian penelitian dan riset bersama tentang pembangunan daerah.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini