Share

FK Unair Luncurkan Majalah & Jurnal Online

Margaret Puspitarini, Okezone · Jum'at 21 September 2012 09:06 WIB
https: img.okezone.com content 2012 09 20 373 692836 X5tU69j2IQ.jpg Ilustrasi : Corbis

JAKARTA - Sejalan dengan misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya pun melakukan pengembangan, khususnya di bidang penelitian. Hal ini dibuktikan lewat peluncuran Majalah Journal of Emergency dan Indonesian Journal of Tropical Medicine and Hygiene (IJTMH).

Di kalangan dosen, publikasi karya ilmiah digunakan sebagai media untuk mengomunikasikan hasil pemikiran ilmiah mereka dalam menunjang kualitas sebagai seorang pendidik. Sayangnya, hal ini seringkali terhalang oleh minimnya kemampuan menuangkan hasil penelitian ke dalam tulisan jurnal.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Minimnya kemampuan menulis karya ilmiah menjadi salah satu alasan melemahnya minat menulis sehingga mempengaruhi kuantitas karya tulis ilmiah yang dihasilkan. Untuk menyiasatinya, FK Unair pun menyediakan media jurnal online dan majalah jurnal untuk menumbuhkan minat menulis karya ilmiah di lingkungan kampus.

“Setelah sebelumnya ada Majalah Folia Medica Indonesiana, Majalah Journal of Emergency dan e-Journal IJTMH FK Unair ini akan menjadi produk baru unggulan FK Unair. Keduanya didanai melalui program Hibah Kompetensi berbasis institusi Unair dan Hibah Kompetensi untuk peningkatan kualitas pendidikan dokter, yakni PHKI dan PHK-PKPD,” ungkap Penanggung jawab hibah kompetisi FK Unair Nancy Margarita Rehatta, seperti dilansir dari laman Unair, Jumat (21/9/2012).

Rita -demikian dia biasa disapa- menjelaskan, IJTMH adalah jurnal online yang memuat berbagai artikel ilmiah dalam bidang kedokteran tropis, parasitologi, imunologi, penyakit infeksi, epidemiologi, biologi molekuler dasar, virologi, serta hygiene dan malnutrisi pada komunitas dan rumah sakit. Jurnal yang dapat diakses melalui situs www.ijtmh.org itu menyediakan layanan fitur berupa multimedia, upload journal on site, e-Continuing Medical Education, dan Open Access.

Dia menambahkan, produk IJTMH dengan tema tropical medicine dan majalah Journal of Emergency dipilih sesuai dengan fokus dan keunggulan FK Unair. Emergency atau kegawatdaruratan juga menjadi masalah internasional akibat adanya berbagai bencana.

Rita berharap, kehadiran dua media jurnal tersebut dapat meningkatkan jumlah publikasi jurnal yang sebelumnya telah ditampung di media Folia Medica Indonesiana FK Unair maupun di berbagai jurnal yang berkaitan dengan bidang kegawatdaruratan. Selain memfasilitasi para dosen, kedua jurnal tersebut juga memiliki target populasi khusus, yakni menggali minat tulis di kalangan mahasiswa. Kedua media tersebut akan menampung hasil karya ilmiah mahasiswa S-1 FK Unair dengan bimbingan staf dosen.

“Banyak sekali karya tulis mahasiswa S-1 yang berbobot. Sebut saja beberapa mahasiswa kami yang mengikuti program exchange ke Belanda. Di sana mereka menjadi author karya ilmiah dan karyanya diterima di jurnal internasional dengan co-author pembimbingnya dari Belanda. Oleh karena itu, di sini mahasiswa juga harus difasilitasi,” tutur Rita.

Menurut Rita, selain merealisasikan dua buah jurnal, menumbuhkan komitmen bersama di kalangan institusi merupakan hal terpenting. Dengan adanya komitmen, minat menulis karya ilmiah senantiasa terpelihara.

Pada kesempatan itu, Ketua Ikatan Alumni FK Unair Poedjo Hartono menilai peluncuran e-Journal tersebut luar biasa. Sebab, selain menguntungkan civitas academica, jurnal ini juga memudahkan pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dalam proses pencapaian re-sertifikasi kompetensi.

Dia menambahkan, kehadiran jurnal online tersebut juga dapat membantu para dokter layanan primer untuk meng-upgrade pengetahuannya. “Kebanyakan para dokter layanan primer yang tinggal di daerah kesulitan untuk mengakses informasi atau mengikuti kegiatan ilmiah. Dengan lahirnya jurnal online ini, kami berharap, sejawat kita yang bertugas di daerah dapat mengakses berbagai informasi dan memperbarui keilmuan mereka melalui jurnal online tersebut,” imbuh Poedjo.

(mrg)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini