nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gemuruh & Dentuman Gunung Lokon Terdengar Selama 3 Jam

Iman Herdiana, Jurnalis · Jum'at 21 September 2012 16:26 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2012 09 21 340 693312 kFr9UvC2BR.jpg Ilustrasi letusan Gunung Lokon pada 2011 (Dok: Sindo TV)

BANDUNG - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut, letusan Gunung Lokon yang terjadi siang tadi sekira pukul 10.15 Wita merupakan yang terbesar sejak 15 September lalu.

Letusan siang tadi membentuk kolom asap paling tinggi takni hingga 2,5 kilometer dibanding letusan pertama pekan lalu.

“Letusan tadi paling gede dalam bulan ini. Tadi 2,5 kilometer kolom asapnya dari kawah,” kata Kabid Pengamatan Penyelidikan Gunung Api PVMBG, Hendrasto, di Kantor PVMBG, Bandung, Sabtu (21/9/2012).

Pada 15 September lalu, kata pria yang akrab disapa Toto itu, kolom asap hanya setinggi satu kilometer.

Toto melanjutkan, kolom asap tertinggi terjadi pada letusan pada tahun lalu di mana asap mencapai ketinggian tiga kilometer. Akibatnya, ribuan warga Kota Tomohon, Sulawesi Utara, terpaksa diungsikan.

Pada letusan tahun ini warga belum perlu diungsikan. Menurut dia, letusan tidak menimbulkan awan panas. Selain itu, jarak rumah warga terdekat tiga kilometer di luar jangkaun material gunung.

“Enggak perlu pengungsian. Kalau (status) Awas kan disinyalir ada awan panas. Selama tidak mengancam pemukiman, cukup Siaga saja,” jelasnya.

Asap Gunung Lokon, lanjut dia, sejak meletus 15 September lalu, mengarah ke utara atau ke Kota Manado. Berdasarkan laporan dari pos pengamatan PVMBG, dentuman pada letusan 15 September malam lalu terdengar sampai ke Manado.

Meski letusan terakhir lebih kuat dibanding letusan pertama, namun dentumannya tidak terdengar sampai Manado. Alasannya, letusan terjadi pada siang hari. “Dari tadi pagi gemuruhnya sampai 3 jam-an,” sebutnya.

Menurutnya, karakter letusan Gunung Lokon freatomagmatik, yakni tidak mengeluarkan lahar, namun material yang keluar berupa abu dan lontaran material pijar. "”Kalau meletusnya malam akan tampak warna merah,” jelasnya.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini