Share

Demokrat Malu Akui Kekalahan Foke

Stefanus Yugo Hindarto, Okezone · Jum'at 21 September 2012 10:22 WIB
https: img.okezone.com content 2012 09 21 505 693052 bkJH0VVhkr.jpg Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Dok. Okezone)

JAKARTA- Kemenangan calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dalam pertarungan pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) DKI Jakarta putaran kedua dinilai sebagai kemenangan kaum muda.

Politikus Partai Demokrat Ramadhan Pohan mengatakan, kekalahan Fauzi Bowo adalah lampu kuning untuk Capres yang sudah berumur 60 Tahun. Capres-capres dari kalangan tua dianggap sudah tidak diminati masyarakat lagi. Buktinya, Fauzi Bowo yang berusia di atas 60 tahun pun keok di pemilukada.

Namun, menurut Ketua DPP Partai Gerindra Bidang Advokasi Habiburokhman, pernyataan Ramadhan Pohan tersebut sangat tidak cerdas dan terkesan ingin menutupi permasalahan sejati di balik kekalahan Foke.

“Nampaknya Ramadhan Pohan malu untuk mengungkapkan bahwa faktor  paling penting dari kekalahan Foke adalah rasa frustasi warga atas tidak terselesaikannya permasalahan utama DKI yaitu Macet, Banjir dan Ketidakamanan di bawah kepemimpinan Fauzi Bowo,” kata Habiburokhman dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/9/2012).

Lebih lanjut, Habiburokhman mengatakan, kekalahan Foke disebabkan faktor keinginan warga DKI akan terjadinya perubahan pengelolaan negara. “Terlebih pengusung utama Foke adalah Partai Demokrat, yang merupakan partai incumbent baik di level nasional maupun level DKI yang sejumlah kadernya saat ini dililit kasus korupsi ,” katanya.

Habib menambahkan, rakyat sangat muak dengan perilaku beberapa elite Partai Demokrat yang dahulu mengkampanyekan pemberantasan korupsi, ternyata saat ini justru satu demi satu dibidik oleh KPK. “Jadi terpilihnya Jokowi-Ahok bukan sekedar karena mereka muda, karena banyak politisi muda juga terseret kasus korupsi seperti Nazarudin, Angelina Sondakh dan Gayus Tambunan,” katanya.

 

Jalan Jokowi-Ahok untuk memimpin DKI, kata Habiburokhman, memang cukup berliku. Setelah sukses mendapatkan “kendaraan” politik dari PDIP dan Gerindra, ternyata mereka juga sukses memenangkan hati rakyat hingga mendapat dukungan sangat besar dari berbagai elemen masyarakat mulai dari LSM, Ormas, Paguyuban Warga dan organisasi-organisasi relawan.

 

Figur Jokowi-Ahok ternyata bisa menyatukan berbagai elemen masyarakat tersebut yang sebelumnya justru pernah saling berseteru.

 

“Kekalahan Foke adalah lampu hazard atau peringatan keras bagi mereka yang berkuasa namun tidak bisa menyelesaikan persoalan rakyat ,” katanya.

 

Dikatakan Habiburokhman, kekalahan Foke adalah bukti nyata jika rakyat bersatu dan berjuang keras untuk mewujudkan perubahan maka hal-hal besar bisa terjadi. “Meskipun awalnya tidak diperkirakan sama sekali bahwa Foke yang didukung hampir seluruh partai besar ternyata bisa dikalahkan,” katanya. (ugo)

(ahm)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini