Kapolda: Kalimantan Barat Bukan Sasaran Teroris

Dina Dhani, Okezone · Senin 24 September 2012 09:30 WIB
https: img.okezone.com content 2012 09 24 340 694048 r2dit9sM51.jpg Ilustrasi (Dok: Sindo TV)

PONTIANAK - Penangkapan terduga teroris di Kalimantan Barat cukup mengejutkan. Wilayah Kalbar selama ini dikenal aman dari target maupun lokasi persembunyian teroris.

Kapolda Kalbar, Brigjen Pol Unggung Cahyono, menjelaskan, terduga teroris, Anggri Pamungkas (18), datang ke Kalimantan Barat menggunakan KM Marina pada 3 September lalu. Dia melanjutkan perjalanan menggunakan bus ke Kabupaten Melawi.

“Karena pemberitaan mengenai teroris dan pengetatan pihak kepolisian di Indonesia makin ketat. Tersangka turun di tengah jalan sebelum Kabupaten Sanggau dan melanjutkan perjalanan pada malam harinya menggunakan bus,” ungkap Unggung.

Rencananya, Anggri akan singgah ke rumah pamannya seorang transmigran di Kabupaten Melawi. Pamannya merupakan petani sawit.

Dari laporan anggota Densus 88 Antiteror, lanjut Unggung, tidak ada target sasaran jaringan teroris di Kalimantan Barat. Setelah penangkapan di Solo, Anggri memutuskan melarikan diri. Namun, keterkaitan Anggri dengan jaringan Thorik masih didalami.

Fajar Nuvianto, salah seorang terduga teroris yang ditangkap di Solo, diduga kuat merupakan rekan Anggri.

“Polisi masih menggali keterangan dari delapan tersangka yang tertangkap di Surakarta terkait posisi Anggri dalam jaringan Thorik. Delapan tersangka tidak berupaya melarikan diri keluar Jawa, sedangkan Anggri langsung melarikan diri pascatewasnya Farhan Mujihad dan Muhsin awal September lalu,” sambungnya.

Sementara itu, kediaman paman Anggri sudah digeledah. “Pamannya juga diperiksa, tapi belum ada indikasi terkait jaringan yang sama,” jelas Unggung.

Terkait rencana Anggri untuk kabur ke Malaysia melalui perbatasan di Kalbar, dibantah Unggung. Polda Kalbar juga telah meningkatkan pengawasan dan penjagaan perbatasan.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini