Share

Pendidikan IPS Mulai Bergeser

Margaret Puspitarini, Okezone · Senin 24 September 2012 18:05 WIB
https: img.okezone.com content 2012 09 24 373 694172 CBGlZ9Z2gl.jpg Ilustrasi : Corbis

JAKARTA - Saat ini, pengertian dan rumusan tujuan pendidikan ilmu pengetahuan sosial (IPS) sudah sangat umum. Semua pihak yang berkepentingan dengan pendidikan IPS pun sudah sepakat dan tidak ada perbedaan persepsi. Akan tetapi dalam pelaksanaannya ternyata timbul berbagai versi dan pandangan yang kecenderungannya tidak kontekstual dan kurang sinkron dengan maksud dan tujuan pendidikan IPS.

Demikian, disampaikan Mantan Dekan Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Sardiman dalam Dies Natalis ke-47 FIS UNY, belum lama ini. Dalam orasi ilmiahnya, Sardiman pun menegaskan beberapa hal untuk meneguhkan kembali jati diri IPS. "Pertama, IPS merupakan salah satu pelajaran dasar di jenjang pendidikan persekolahan. Kedua, pendidikan IPS di sekolah merupakan integrated social sciences," papar Sardiman, seperti dilansir dari situs UNY, Senin (24/9/2012).

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Ketiga, lanjut Sardiman, seiring dengan pendekatan integrated yang kemudian dilaksanakan melalui pembelajaran yang tematis, maka unsur-unsur atau bidang-bidang keilmuan yang dipadukan dalam mata pelajaran IPS dapat lebih banyak. "Tidak hanya geografi, sejarah, ekonomi, dan sosiologi tetapi cabang-cabang ilmu sosial lain, seperti humaniora, bahkan juga ilmu-ilmu kealaman, dan teknologi," tutur pria yang menjabat sebagai dekan selama dua periode tersebut.

Keempat, kata Sardiman, dalam hal tujuan di samping beberapa tujuan yang telah dirumuskan di atas, perlu ada kerjasama dan pembagian tugas dengan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Kelima, terkait dengan standar isi IPS pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berbasis materi keilmuan sehingga melahirkan pembelajaran yang intelektualistik. "Perlu dilakukan revitalisasi bahkan restrukturisasi dengan menggunakan teori rekonstruksi sosial berbasis karakter," imbuh Sardiman.

Keenam, tambahnya, untuk memantapkan jati diri IPS perlu ada praktik IPS dan Laboratorium IPS. "Ketujuh, perlu kita sadari bahwa FIS adalah salah satu fakultas dari LPTK. Oleh karena itu, sebagai core bisnisnya adalah ilmu-ilmu sosial yang diajarkan di sekolah (ilmu-ilmu sosial kependidikan), kemudian diberi sparing partner ilmu-ilmu sosial yang non-kependidikan," tukasnya.

(mrg)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini