Share

Kemenristek Siapkan 9 Pusat Unggulan Iptek

Wahyudi Siregar, Okezone · Senin 24 September 2012 18:09 WIB
https: img.okezone.com content 2012 09 24 373 694442 9CYoabukO7.jpg Image: Corbis

MEDAN – Setelah mendirikan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) sebagai bagian dari Pusat Ungguan (PU) Iptek di Sumatera Utara, Kementerian Negara Riset dan Teknologi (Kemenristek) akan menambah delapan hingga sembilan unit PU Iptek lainnya di Pulau Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. Penambahan ini diakui sebagai langkah untuk mendukung upaya pemerintah merevitalisasi industri pengolahan dalam negeri.

Menristek Gusti Muhammad Hatta menyebut, 50 jenis penelitian yang telah dihasilkan di PPKS Sumatera Utara, menjadi pilot project yang tergolong berhasil dan harus juga dilakukan di daerah-daerah lain di Indonesia. Sehingga potensi khas di setiap daerah dapat digarap secara maksimal untuk seluas-luasnya kemakmuran rakyat.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Gusti menilai, Sumut memiliki potensi luar biasa, bukan hanya kelapa sawit, tetapi juga kopi dan karet. Bahkan, ujar Gusti, Belanda sudah lama melihat potensi ini. Gusti mengaku, meski agak terlambat, sangat baik jika Sumut yang juga merupakan bagian dari koridor Masterplan Percepatan dan Perluasan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di sektor kelapa sawit ini direvitalisasi.

"Dan ternyata cukup menggembirakan dengan telah menghasilkan 50 jenis penelitian, mulai dari makanan hingga kebutuhan industri. Begitu pula dengan daerah lain yang mungkin memiliki potensi berbeda. Harus kita kembangkan juga sesuai kekhasan daerahnya. Makanya kami akan tambah delapan hingga sembilan PU IPTEK lagi ke depannya. Tapi untuk lokasinya, belum bisa kami katakan sekarang," kata Gusti di Medan, Senin (24/9/2012)

Gusti juga menegaskan, keberhasilan PPKS di Sumut menghasilkan 50 penelitian baru dalam jangka waktu yang relatif singkat harus terus dilanjutkan. Sehingga inovasi baru untuk menambah nilai keekonomian produk-produk unggulan sumut dapat terus dihasilkan, dan membantu petani meningkatkan kesejahteraannya.

Menurut Gusti, kita tidak selayaknya cepat puas. Proyel ini pun harus terus berjalan dan berinovasi. Tetapi, dia mengingatkan, harus dibatasi pula hanya di bidang penelitian dan bukan yang lain-lain. Dengan begitu, bisa lebih fokus dan sesuai dengan tujuan pendiriannya. Pasalnya, terkadang banyak pembaruan berkedok peningkatan fungsi dan kinerja, yang pada akhirnya menjadi bias dan melenceng dari tujuan awalnya.

"Saya pikir kelapa sawit ini cukup banyak turunannya, dan enggak habis juga kalau mau terus diteliti. Lagipula ini kan pilot project, kami akan terus awasi agar tetap berjalan sesuai koridor yang ditetapkan, sehingga bisa menstimulasi daerah lain juga untuk bisa sukses," tegasnya 

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini