nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jadi Ketua Fraksi PKS, HNW Harus Selesaikan 5 Masalah

Fiddy Anggriawan , Jurnalis · Selasa 25 September 2012 20:27 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2012 09 25 339 695019 9DUD91gQ3n.jpg Hidayat Nur Wahid (kiri)

JAKARTA - Hidayat Nur Wahid telah resmi menjadi ketua Fraksi PKS di DPR. Setelah dilantik, mantan calon gubernur DKI Jakarta ini langsung dihadapkan pada lima persoalan.

Dalam acara serah terima jabatan di ruang rapat pleno Fraksi PKS, Ketua Fraksi sebelumnya, Mustafa Kamal menyerahkan lima masalah itu dalam bentuk dokumen.

Dokumen pertama adalah dokumen tentang kasus Bank Century yang sampai hari ini belum tuntas. "Itu dokumen yang saya serahkan," kata Mustafa sebelum sertijab, Senayan, Jakarta, Selasa (25/9/2012).

Dokumen kedua, lanjut Mustafa berkaitan dengan Pansus Mafia Pajak yang gagal karena saat itu Fraksi PKS kalah suara. Kasus mafia pajak, kata dia, sampai hari ini seperti senyap dan lenyap entah kemana.

"Ini penting dalam waktu kedepan untuk kita suarakan kembali, karena pendapatan pajak ini akan sangat mempunyai sumbangsih yang besar bagi pembangunan bangsa kedepan," sambungnya.

Dokumen lain adalah berisi mengenai APBN dan APBNP di tahun 2012. Menurutnya, Fraksi PKS berkomitmen mengajukan satu pemikiran kepada pemerintah tentang perbaikan tata kelola energi.

"Simbol tata kelola energi itu dilakukan dengan penolakan harga BBM tersebut. Kita berharap pemerintah dapat sungguh-sungguh ke depan melakukan penataan energi yang lebih baik lagi melalui pendapatan negara yang begitu besar," paparnya.

Selain itu, Mustafa juga memberikan berkas terkait reformasi parlemen. Dia berharap, Hidayat mampu meningkatkan kedisiplinan anggota dewan. Sebab itu sangat mempengaruhi citra DPR.

Terakhir, dia menyerahkan keputusan rapat pleno Fraksi PKS yang dilakukan pada awal masa sidang ini terkait agenda masa sidang.

"Masa sidang berikutnya termasuk pengelolaan sistem fraksi yang sudah dibangun selama ini di bawah kepemimpinan Hidayat bisa lebih efektif lagi untuk mencapai tujuan-tujuan partai maupun cita-cita pembangunan nasional kita," pungkasnya.

(trk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini