Share

Urbtion, Solusi Berkebun di Lahan Sempit Apartemen

Selasa 25 September 2012 09:05 WIB
https: img.okezone.com content 2012 09 25 372 694607 5JlaSeGXhR.jpg Image: Corbis

SURABAYA - Lahan bercocok tanah di Surabaya semakin sempit. Hal itulah yang membuat mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) Farika Mirna Listyo mencari solusi mengembangkan tanaman tanpa membutuhkan lahan yang banyak.

Farika mengaku sangat hobi bercocok tanam atau berkebun. Hobinya dan ritme kehidupan urban menjadi inspirasi mahasiswa Desain Manajemen Produk ini menciptakan urban gardening, yakni cara bercocok tanam modern. Umumnya, masyarakat metropolitan tinggal di apartemen atau kos-kosan di mana sulit untuk menyalurkan hobi berkebun . Tentu menjadi suatu hal yang sulit untuk menyalurkan hobi itu.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

"Dengan Urbtion (Urban Solution, bagi yang tinggal di apartemen) untuk tetap ingin berkebun ini kita bisa menyalurkan hobi menanam bunga, tanpa perlu repot memikirkan lahannya. Karena Urbtion ini juga tak banyak memakan lahan. Saya berusaha menciptakan produk ini dengan seefisien mungkin," tutur Farika.

Remaja berparas ayu ini menjelaskan, Urbtion karyanya ini dilengkapi dengan berbagai perlengkapan bercocok tanam. Mulai dari gardening pot, planting tool, watering tool, gardening gloves, hingga dispenser tool.

Karya ciptaan Farika ini hanya menelan biaya sekira Rp3 juta dengan memakan waktu selama enam bulan. Dengan biaya yang tidak terlalu mahal, Farika berkeinginan untuk memproduksinya secara massal, sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

"Proses pembuatannya juga tidak lama. Mulai dari konsep sampai pengaplikasiannya ini terhitung cepat kok, cuma sekira enam bulan saja. Kalau bisa dan memungkinkan dari segi modal dan tenaga, inginnya sih diproduksi massal karena produk ini juga memiliki nilai jual ekonomis dan manfaatnya banyak. Kalau diproduksi massal mungkin biaya jualnya hanya Rp800 ribu," tukas Farika.

Selain unik, menarik, dan efisien, agaknya Urbtion ini juga multifungsi. Pasalnya, selain untuk bercocok tanam, Urbtion karya Farika dapat difungsikan sebagai media penerangan di kala malam hari. Lampu penerangan yang didesain oleh Farika ini ternyata juga mampu membantu proses pertumbuhan tanaman yang ditanam di gardening pot.

"Selain itu juga, Urbtion ini bisa dimanfaatkan juga untuk tempat menaruh barang rumah tangga yang berbentuk tipis seperti majalah, buku, segala bentuk remote control, dan lain-lain. Jadi multifungsilah dan memberikan kenyamanan juga untuk para penggunanya," paparnya sembari tersenyum.

Lebih jauh, dara kelahiran Surabaya, 9 Januari 1991 ini mengatakan, hampir semua jenis tanaman hias dalam rumah bisa diaplikasikan pada Urbtion ini. Namun, yang perlu diperhatikan adalah ukuran tanamannya. Tanaman yang bisa ditampung dalam Urbtion ini adalah tanaman yang berukuran sedang, kisaran 30 cm. Sedangkan pemupukan dan jenis tanah bisa dilakukan seperti normalnya menanam tanaman di lahan rumah.

"Tanamannya tidak bisa terlalu besar. Jadi memang harus telaten dan perhatian betul dengan ukuran tanamannya. Untuk perawatan juga mudah, selayaknya jika kita menanam bunga di lahan rumah saja," kata Farika.

Dosen Pembimbing Farika, Guguh Sujatmito mengaku begitu bangga dengan anak didiknya yang satu ini. Selain tekun, Farika mampu menginterpretasikan ide dan konsep tugas akhirnya ini dengan begitu baik. "Dari awal saat bimbingan pertama, Farika memang lebih suka desain produk ke arah furniture. Pada bimbingan berikutnya, Farika menemukan ide Urbtion. Tidak butuh waktu lama untuk mengintrepetasikan ide ke dalam wujud asli, karena Farika tipe anak yang tekun. Sehingga kendala yang dihadapi hanya pada finishing produk," jelas Guguh. (arief ardliyanto/koran si)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini