nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tri Sutrisno: Amandemen Itu Maunya Asing

Catur Nugroho Saputra, Jurnalis · Selasa 02 Oktober 2012 02:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2012 10 01 339 697709 vcoAaqxLWl.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Mantan Wakil Presiden, Tri Sutrino, angkat bicara terkait amandemen UUD 1945 yang ramai dibicarakan orang terkait penguatan DPD. Menurutnya, jika amandemen ke-lima UUD 1945 hanya untuk menguatkan DPD, merupakan hal yang tidak penting.

 

"Harusnya amandemen ke-lima itu mengkaji ulang. Amandemen itu bukan untuk mengobrak-abrik, tapi untuk dikaji ulang dan diperbaiki," kata Tri saat berbincang dalam diskusi di Kementrian Pertahanan (Kemenhan), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (1/10/2012).

 

Tri menduga dalam setiap amandemen UUD 1945 yang sudah ke-empat kalinya, merupakan kemauan pihak asing, agar bangsa Indonesia berpegang kepada demokrasi liberal.

 

"Jadi kalau ada yang berbicara UUD 1945 kuno itu keliru. Amandemen itu maunya asing, diobrak-abriklah kita. Mereka maunya disamakan dengan sistem demokrasi liberal, supaya Indonesia bisa bekerja sama," imbuhnya.

 

Padahal, kata dia, meski pihak asing menggunakan asas demokrasi liberal, namun mereka masih menghargai founding father-nya dengan tidak merivisi UUD.

 

Mantan Panglima ABRI tahun 1988-1993 ini mengatakan, saat amandemen ke-empat UUD 1945 saat reformasi, dia telah mengingatkan kepada Ketua MPR saat itu, Amien Rais, agar amandemen itu sesuai dengan Pancasila.

 

"Jangan karena euphoria, UUD juga di-amandemen. Harusnya untuk hal-hal yang obyektif dan Ada prosedurnya," tuturnya.

(ydh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini