Share

Pemkot Medan Terima Penghargaan sebagai Kota Layak Anak

Wahyudi Siregar, Okezone · Rabu 03 Oktober 2012 03:04 WIB
https: img.okezone.com content 2012 10 02 340 698289 iarrV61853.jpg Linda Gumilar/kiri (Foto: Okezone)

MEDAN - Pemkot Medan kembali mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat. Kali ini penghargaan diperoleh dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, karena Medan dinilai sebagai Kota Layak Anak (KLA).

 

Penghargaan ini akan diberikan langsung Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Gumelar, kepada Walikota Medan Rahudman Harahap di Hotel Grand Sahid Jakarta, pada Rabu siang (3/10/2012).

 

Kabag Humas Sekretariat Daerah kota Medan Budi Hariono kepada Okezone, Selasa (2/10/2012) malam mengatakan, perolehan penghargaan ini karena Medan bersama tiga daerah lainnya di Sumut yakni Deli Serdang, Serdang Bedagai dan Langkat, telah memiliki peraturan daerah terkait Kesehatan Ibu, Bayi baru lahir dan Anak (KIBLA) serta sejumlah peraturan perlindungan anak lainnya.

 

“Upaya kita menjadikan Medan sebagai kota layak anak lewat Perda KIBLA dan Perda larangan gelandangan dan pengemis serta praktek tuna susila di Medan berbuah pada penghargaan ini. Ini akan membuat kita semakin termotivasi untuk menjadikan medan sebagai kota yang ramah untuk ditinggali, termasuk untuk anak,”jelasnya.

 

Budi mengatakan ada nilai tambah tersendiri bagi Medan dengan mendapatkan penghargaan ini.

 

Lebih lanjut Budi menjelaskan bahwa sejak 2011 lalu wali kota Medan telah membentuk forum anak. Setidaknya ada dua forum anak di seluruh Medan.

 

“Terbentuknya forum anak di Medan Labuhan dan di Medan Johor tentunya berperan besar pula dalam pertimbangan kenapa kita diberikan penghargaan ini. Makanya program ini akan terus kita kembangkan secara lebih luas," paparnya.

 

Tak berhenti sampai disana, lanjut Budi, rencananya tahun ini forum anak tersebut juga akan dibentuk di Medan Selayang, Medan Timur dan Medan Marelan.

 

Selain itu, kata Budi, pihaknya juga tengah menyiapkan ruang terbuka hijau untuk lokasi bermain anak, serta pelayanan-pelayanan publik seperti penyediaan sarana cuci tangan di sekolah-sekolah, panti yayasan penitipan anak, beasiswa untuk anak-anak miskin, jaminan persalinan serta kemudahan dalam membuat akte kelahiran.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini