Mencemarkan Nama Baik, Koran Prohaba Pidanakan AJI Banda Aceh

Salman Mardira, Okezone · Selasa 09 Oktober 2012 16:17 WIB
https: img.okezone.com content 2012 10 09 340 701382 b7RskdwNJM.jpg Ilustrasi

BANDA ACEH - Harian Prohaba mempidanakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Banda Aceh dengan tuduhan pencemaran nama baik media lokal itu. Wartawan Metro TV Hendra Saputra hari ini diperiksa penyidik Polresta Banda Aceh sebagai saksi terkait kasus tersebut.

"Saya ditanyakan terkait konferensi pers digelar AJI," kata kata Hendra kepada wartawan usai diperiksa sekira dua jam di Mapolresta Banda Aceh, Selasa (9/10/2012).

Hendra diberi 14 pertanyaan oleh penyidik terkait siaran pers yang disampaikan AJI dalam sebuah konferensi pers di Aula Muharram Journalism College. Selain Hendra, penyidik juga akan memanggil wartawan SCTV Mukhtaruddin Yakob sebagai saksi yang hadir dalam konferensi pers pada 17 September 2012.

Dalam konferensi itu, AJI memaparkan kajian dan analisanya terkait berita Prohaba edisi 4 September 2012 tentang penangkapan dua remaja putri berinisal PE (16) dan IT oleh polisi syariah (Wilayatul Hisbah/WH) di Lapangan Merdeka, Kota Langsa berjudul "Dua Pelacur ABG Dibeureukah WH."

PE belakangan ditemukan tewas di rumahnya Desa Aramiyah, Kecamatan Bireum Bayeum, Kabupaten Aceh Timur pada 6 September 2012. Gadis itu meninggalkan sepucuk surat ditujukan kepada ayahnya yang menyatakan dirinya bukanlah pelacur.

"Ayah... Maafin putri ya yah, Putri udah malu-maluin ayah sama semua orang. Tapi Putri berani bersumpah kalau Putri gak pernah jual diri sama orang. Malam itu putri cuma mau nonton kibot (organ tunggal)," demikian isi surat.

 

Setelah mengkaji dan menganalisa isi berita berjudul "Dua Pelacur ABG Dibeureukah WH", AJI menilai berita tersebut telah melanggar Kode Etik Jurnalistik, UU nomor 40/1999 tentang Pers dan tidak berimbang.

Tuduhan pelacur terhadap PE dalam berita itu dinilai AJI Banda Aceh tak mendasar, karena hanya mengutip pernyataan narasumber. Namun tak ada satu pun kutipan yang menyebut kedua remaja itu pelacur, demikian juga dengan konfirmasi dari remaja yang tertuduh.

AJI menilai pemberitaan itu menjadi salah satu penyebab tekanan psikologis terhadap PE.

 

Belakangan pada 25 September 2012, Prohaba melaporkan AJI Banda Aceh ke Polda Aceh, karena sikap organisasi wartawan itu dinilai telah mencemari nama baik Prohaba.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini