Share

Mengajar "Murid" Fiktif, Sekarang Jadi Rektor

Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Selasa 09 Oktober 2012 14:53 WIB
https: img.okezone.com content 2012 10 09 417 701322 lnoxyq0Cpa.jpg Rektor Universitas Bakrie Sofia Alisjahbana. (Foto: Rifa Nadia/Okezone)

JAKARTA – Nama Sofia Alisjahbana bisa jadi sudah dikenal luas dalam dunia pendidikan, terlebih sejak dia ditunjuk sebagai rektor Universitas Bakrie, 2010 lalu. Namun siapa sangka, perjalanan karier Sofia dalam dunia pendidikan dimulai dengan mengajar murid-murid fiktif di masa kecilnya.

Bagi Sofia, dunia pendidikan adalah hal yang sudah diakrabinya sejak belia mengingat dia lahir di tengah keluarga pendidik. Bahkan, ketika usianya empat tahun, dia sudah terbiasa melihat sang ayah memeriksa berbagai tugas dan hasil ujian para mahasiswanya. "Ketika itu saya senang saja melihat ayah memeriksa tugas mahasiswanya, apalagi kertas-kertas tugas itu banyak gambarnya. Tapi saya belum kebayang asyiknya mengajar," kata Sofia kepada Okezone, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Sang Ayah, kata Sofia, adalah dosen dan guru besar Teknik Sipil di Institut Teknologi Bandung (ITB). Saat itu, meski belum pernah melihat sang ayah mengajar, Sofia kecil sudah membayangkan asyiknya menjadi guru. Di usia itu juga dia memiliki papan tulis kecil sendiri dan menulis dengan kapur yang dibawakan ayahnya.

"Jadilah saya belajar 'mengajar' dan menjadi guru, waktu itu muridnya sih fiktif saja. Jadi saya ngomong sendiri di depan papan tulis. Ketika saya sudah bisa menulis, saya pun membuat buku 'absensi' untuk 'murid-murid' saya dulu," kenangnya sambil tergelak.

Selain terbiasa dengan lingkungan pendidikan dan figur pendidik di rumah, Sofia memang terbiasa dan senang "mengajar". Ketika remaja, tepatnya ketika dia duduk di bangku SMA, banyak teman Sofia bertandang ke rumah dan memintanya mengajari mereka untuk materi-materi pelajaran yang belum mereka pahami.

Kebiasaan itu pulalah yang terbawa ketika Sofia berkuliah di ITB, dan mengikuti jejak ayahnya untuk mendalami Teknik Sipil. Pada tingkat akhir, Sofia mendapatkan kesempatan menjadi asisten dosen (asdos). "Ketika itu susah sekali menjadi asisten dosen karena banyak kandidat lain yang juga kompeten," ujarnya.

Pekerjaan sebagai dosen ini kemudian berlanjut saat Sofia kuliah di Department of Engineering Mechanics, University of Wisconsin, Amerika Serikat.  Saat itu, bisa dibilang dialah satu-satunya warga negara asing yang mengampu kelas dan memegang laboratorium sendiri.  "Saya membuktikan, meskipun saya bukan warga negara Amerika, saya bisa meraih nilai bagus dan menjadi teaching assistant (asisten dosen) di kampus Amerika," imbuhnya.

Pulang dari Amerika, Sofia bergabung dengan Universitas Tarumanagara (Untar) dan mendirikan program pascasarjana Teknik Sipil. Jabatan terakhir Sofia di kampus yang berlokasi di kawasan Grogol, Jakarta Barat, ini adalah Wakil Rektor I dalam bidang Akademik. Kiprah Sofia pun membuat Ketua Yayasan Pendidikan Bakrie Ratna Indira Nirwan Bakrie, mempercayakan jabatan rektor Universitas Bakrie kepadanya. (Bersambung)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini