Share

Tantangan Suami Mengantar Sofia Jadi Gubes

Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Rabu 10 Oktober 2012 08:32 WIB
https: img.okezone.com content 2012 10 09 417 701512 YhATawedKZ.jpg Rektor Universitas Bakrie Sofia Alisjahbana. (Foto: Rifa Nadia/Okezone)

JAKARTA – Sofia Alisjahbana sudah mengantongi gelar doktor ketika kembali ke Tanah Air.  Dia pun mulai berkiprah di dunia pendidikan Indonesia. Kiprahnya tersebut diuji ketika sang suami menantangnya meraih gelar guru besar sebelum usianya menginjak 40 tahun.  

Sang suami, Rian Alisjahbana, merupakan anak Profesor Iskandar Alisjahbana, mantan rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) dan cucu dari Sutan Takdir Alisjahbana (STA). Sofia bercerita, suatu ketika, sang suami menantangnya untuk segera meraih gelar guru besar.

 

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

“Suami saya bilang, ayahnya mendapat gelar guru besar di usia 35 tahun, usia yang sangat muda. Kemudian dia menantang saya untuk bisa meraih predikat guru besar sebelum usia 40 tahun,” kata Sofia ketika berbincang dengan Okezone, belum lama ini.

 

Tantangan tersebut tidak menyurutkan nyali Sofia. Baginya, tantangan itu justru bukti betapa keluarga sangat mendukung aktivitas Sofia sebagai pendidik. Sofia kemudian berhitung, jika ditempuh dengan jalur normal, maka seseorang bisa mendapatkan gelar guru besar dalam waktu sepuluh tahun. Rentang waktu itu dibutuhkan untuk melakukan berbagai riset dan menerbitkan jurnal-jurnal ilmiah di tingkat internasional, bagian dari persyaratan menjadi guru besar. Oleh Sofia, durasi ini dimampatkan hanya dalam waktu sekira tiga tahun.

 

“Saya tidak berlaku curang. Saya hanya mengatur strategi khusus untuk mencapai tujuan ini,” ujarnya tegas.

 

Strategi khusus itu di antaranya dengan giat menulis riset ilmiah. Bahkan, Sofia pun menghabiskan satu bulan penuh di Monash University dalam sebuah riset bersama (joint research). Hasil kunjungannya selama sebulan inilah yang menjadi bekal Sofia menulis berbagai artikel ilmiah untuk kemudian dia terbitkan di berbagai jurnal ilmiah internasional.

 

Menurut wanita kelahiran Bandung, 21 September 1962 tersebut, jika dilakukan dengan cara yang biasa, bisa jadi dia juga membutuhkan sepuluh tahun untuk menjadi guru besar. Tapi strategi yang disusunnya memang bertujuan memenuhi semua persyaratan menjadi guru besar dalam waktu yang cukup singkat. Terbukti, Sofia meraih gelar guru besar dua minggu sebelum usianya tepat 40 tahun.

 

“Keberhasilan ini menunjukkan, jika lingkungan mendukung, maka semua akan mudah kita jalani,” imbuh ibunda dari Irine dan Tiana ini.

 

Menyandang gelar profesor tidak membuat Sofia tinggi hati. Sebaliknya, keinginan untuk membagi pengetahuan dan memajukan pendidikan Indonesia kian menggebu. Ketika diberi amanat memimpin Universitas Bakrie, Sofia pun mencurahkan seluruh sumber daya yang dimilikinya. (Bersambung)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini