Share

Menjadi Rektor, Amanah Besar Sofia Alisjahbana

Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Rabu 10 Oktober 2012 08:48 WIB
https: img.okezone.com content 2012 10 09 417 701519 cYtIJce72C.jpg Rektor Universitas Bakrie Sofia Alisjahbana. (Foto: Rifa Nadia/Okezone)

JAKARTA - Lahir dan besar di keluarga pendidik membuat Sofia Alisjahbana tertular menjadi pendidik juga. Dimulai dari mengajar teman-teman sekolah, Sofia kini memegang tampuk pemimpin di Universitas Bakrie.

 

Memimpin kampus yang menyandang nama besar Bakrie memang tidak mudah. Terlebih, ketika dilantik pada 2010 lalu, Sofia juga harus mengondisikan perubahan dari status Bakrie School of Management menjadi sebuah universitas dengan variasi ilmu pengetahuan yang lebih luas.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Sofia mengaku, didikan orangtua yang merupakan pendidik, pengalamannya mengajar sejak masih menjadi mahasiswa S-2 di University of Wisconsin, Amerika Serikat (AS), hingga merintis dan membesarkan program pascasarjana Teknik Sipil di Universitas Tarumanagara (Untar) ikut menjadi bekal dalam menahkodai kampus di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, tersebut. Tidak hanya itu, pengalaman Sofia bekerja paruh waktu sebagai loper koran dan cleaning service saat merantau di AS ikut membentuk karakter pantang menyerah pada dirinya.

“Saya orang yang berkomitmen dan memulai pekerjaan saya dari bawah,” kata Sofia, ketika ditemui Okezone, beberapa waktu lalu.

Sofia mengaku, amanat ini cukup besar dan tidak mudah baginya. Terlebih lagi, perubahan dari satu lingkungan ke lingkungan lain menuntut proses adaptasi, tidak hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk orang-orang di sekitarnya. “Mudah-mudahan amanah yang saya emban ini bisa saya jaga,” tuturnya.

Wanita kelahiran Bandung, 21 September 1962 ini menyadari, selalu saja ada orang yang tidak nyaman dengan perubahan. Belum lagi statusnya sebagai perempuan pemimpin di tengah dominasi laki-laki pada institusi pendidikan Tanah Air. Baginya, masukan dan kritik adalah amunisinya untuk berintrospeksi dan membangun kampus yang dipimpinnya. “Saya akan hadapi saja,” ujar Sofia tegas.

Selain menjadi rektor Universitas Bakrie, Sofia juga aktif menjadi asesor (penilai) Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) sejak batch pertama, 1999 lalu. Aktvitasnya sebagai asesor ini mengharuskan Sofia mengunjungi kampus-kampus di seluruh Indonesia untuk menilai dan memberikan penyuluhan.

“Dari sinilah saya memperkaya pengetahuan saya tentang berbagai sistem manajemen pendidikan tinggi di banyak kampus. Hal-hal baik bisa saya ambil dan terapkan di kampus saya,” imbuhnya. 

Strategi lain dalam pengembangan Universitas Bakrie juga didukung kesibukan Sofia sebagai anggota jenjang jabatan akademis di Kopertis wilayah III. Jabatan ini memungkinkan Sofia untuk meninjau kinerja dosen dalam rangka kenaikan jabatan. “Saya bisa membantu memberi masukan kepada teman-teman dosen di Universitas Bakrie untuk meningkatkan kemampuan dan jenjang jabatan mereka,” tuturnya.

Meski sibuk luar biasa, Sofia tetap memprioritaskan keluarga. Dan akhir pekan adalah waktu yang khusus dialokasikannya bagi suami dan dua buah hatinya. (Bersambung)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini