nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ngotot Usut Novel, SBY Harus Tegur Keras Kapolri

Susi Fatimah, Jurnalis · Kamis 11 Oktober 2012 07:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2012 10 10 339 702149 gEljeB0hMQ.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diminta untuk menegur Kepala Kepolisian RI (Kapolri), Jenderal Timur Pradopo, lantaran bersikukuh untuk memproses kasus yang disangkakan kepada salah satu penyidik KPK, Kompol Novel Baswedan.

 

Hal itu dikatakan oleh Pengamat politik dari Pusat Kajian Antikorupsi Fakultas Hukum (Pukat) UGM, Oce Madril kepada Okezone, Rabu (10/10/2012).

 

Oce mengatakan bahwa tak seharusnya Polri ngotot melanjutkan kasus itu, padahal sudah sangat terang bahwa kasus tersebut sarat kejanggalan dan terkesan hanya sebuah akal-akalan Polri untuk mengkriminalisasikan KPK melalui penyidiknya.

 

"Polri terlalu ngotot. Padahal dengan kejanggalan yang ada, tak seharusnya Polri masih bertahan untuk memproses kasus itu," tuturnya.

 

Lebih lanjut, Oce mengatakan, tak hanya Kapolri yang perlu ditegur keras. Kapolri sendiri juga harus mencopot Kapolda Bengkulu lantaran masih bersikukuh untuk memproses kasus tersebut. Bahkan, pada Selasa, 10 Oktober 2012, Polda Bengkulu melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dilokasi terjadinya penembakan pencuri sarang burung walet.

 

"Harusnya Presiden jangan naiflah, masih ada waktu untuk presiden menegur keras pihak-pihak yang ngotot membuat suasana yang sudah kondusif menjadi kisruh perlu diberikan sanksi. Presiden tidak perlu sungkan-sungkan tegur Kapolri, Kapolda Bengkulu perlu dievaluasi, dan dicopot," tutupnya.

 

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini