Share

Mendikbud Sesalkan Tragedi Universitas Pamulang

Pebrianto Eko Wicaksono, Okezone · Sabtu 20 Oktober 2012 13:46 WIB
https: img.okezone.com content 2012 10 20 417 706794 cRgAis5flT.jpg Foto : M Nuh/Kemendikbud

JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh sangat menyesalakan atas tragedi yang terjadi di Universitas Pamulang (Unpam), Kamis 18 Oktober lalu.  

Menurutnya, tragedi tersebut seharusnya tidak terjadi. "Sangat menyesalakan adanya tindakan yang mengakibatkan kecelakaan," kata M Nuh kepada Okezone saat menghadiri Temu Akbar Alumni Tehnik Elektro Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya di Hotel Sahid Jakarta, Sabtu (20/10/2012).

 

Berkaca dari kejadian tersebut, M Nuh melanjutkan, seharusnya kedua belah pihak harus belajar tertib dalam melakukan sesuatu, karena akan menimbul akibat yang fatal atas tindakan yang diperbuat

 

Seperti diberitakan Okezone sebelumnya, Heri Anggara, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pamulang (Unpam) diduga menjadi korban penembakan oknum aparat saat bentrokan di Unpam. Tidak hanya Heri, ada mahasiswa lainnya yang juga terkena pukulan, yang diduga dilakukan oleh oknum polisi. Para mahasiswa pun telah menyimpan selongsong peluru yang didapat dari lokasi bentrok, untuk dijadikan barang bukti.

 

Bentrokan antara polisi dengan mahasiswa pecah, akibat penolakan mahasiswa atas kedatangan Wakapolri Komjen Pol Nanan Sukarna yang akan  memberikan kuliah umum di kampus tersebut. Namun, menurut Rektor Unpam Dayat Hidayat, penggerak aksi yang dilakukan mahasiswa bukanlah mahasiswa Unpam.

 

"Saya tegaskan bahwa koordinator aksi, Yudi dan Ilham bukanlah lagi mahasiswa Unpam. Keduanya sudah keluar dua tahun lalu. Mereka inilah yang menggedor-gedor pintu kelas juga ruaang diskusi hingga akhirnya mahasiswa terprovokasi," tegas Dayat saat memberikan keterangannya kepada wartawan, Jumat 19 Oktober kemarin.

 

Atas kejadian itu, sejumlah mahasiswa baik dari kalangan Unpam maupun universitas lainnya melakukan gelar aksi solidaritas. Sementara Polda Metro Jaya membantah bahwa luka yang menimpa Feri tersebut bukanlah bekas peluru tajam, melainkan luka tusuk oleh benda tertentu. Itu ditegaskan berdasarkan hasil operasi rumah sakit, yang tidak ditemukan peluru dalam perut Feri.

(mrg)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini