Sopir Angkot Mogok, Ratusan Penumpang Telantar

Irwansyah Putra Nasution, Okezone · Senin 22 Oktober 2012 11:09 WIB
https: img.okezone.com content 2012 10 22 340 707277 t6apqLLBqD.jpg Ilustrasi demo

MEDAN- Ratusan penumpang di Medan, Sumatera Utara, terlantar akibat ratusan sopir angkutan umum (angkot) melakukan aksi mogol massal di terminal Amplas, Medan.

Koordinator Keluarga Besar Sopir dan Pengemudi (Kesper) Sumut, Israel Situmeang, mengatakan, ada empat tuntutan yang diajukan para sopir sebelum aksi mogok dihentikan.

“Menuntut penghapusan pengadaan angkutan trans Medan, penertiban mobil angkutan plat hitam liar, penjualan sparepat murah, dan dipermudah pengurusan SIM. Kami mau empat tuntutan itu dipenuhi, kalau tidak aksi mogok akan terus dilakukan," kata Israel, Senin (22/10/2012).

Dia menjelaskan, aksi mogok kali ini diikuti 12 ribu armada dengan masing-masing jurusan yang beroperasi di hampir seluruh Kota Medan. “Kalau ada angkot yang beroperasi, kami akan memaksa mereka untuk ikut mogok massal,” tegasnya.

Israel menjelaskan untuk bisa memperoleh SIM B1 umum, banyak sopir angkot terpaksa menggunakan jasa calo yang mematok tarif berkisar antara Rp800 ribu hingga Rp1 juta.

Apalagi tarif yang dikenakan oknum calo penyedia jasa pengurusan SIM tersebut jauh melebihi tarif normal yang ditetapkan Dirlantas Polda Sumut, yakni sekira Rp300 ribu.

Pantauan Okezone, untuk mengantisipasi penumpang terlantar, sejumlah polisi menyediakan mobil truk dalmas dan mobil pikap dinas untuk mengangkut para penumpang yang terdiri dari pelajar, karyawan, dan pegawai negeri sipil.

Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Medan, Kompol Risya, menyatakan, akan mempelajari permintaan sopir angkot, salah satunya memermudah pembuatan SIM.

"Kita akan penuhi salah satu permintaan mereka dengan memermudah pembuatan SIM, tapi mengenai prosedurnya tetap harus dilalui," tegasnya.

Akibat aksi mogok ratusan sopir angkot, jalanan di Kota Medan menjadi sepi dan lengang.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini