nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Panser 32 Besutan Mahasiswa UAD Terabas Kontes Robot

Ratih Keswara, Jurnalis · Selasa 23 Oktober 2012 15:48 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2012 10 23 373 708082 364wZMdHEZ.jpg Ilustrasi: kompetisi robot line follower. (Foto: dok. UMY)

YOGYAKARTA - Pengembangan ilmu robotik dan perakitan robot sampai saat ini masih booming di kalangan mahasiswa. Berbagai kontes robot banyak digelar dan menghasilkan inovasi baru dalam perkembangan dunia robot di Indonesia, termasuk untuk kontes robot line follower. Dalam kontes tingkat nasional yang digelar Institut Teknologi Telkom pada 13 Oktober lalu, mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil meraih juara dua.

Mereka adalah Prima Artantio, Jehian Kamal dan Heri Santoso, mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri yang berhasil menyingkirkan 49 tim robot dari 51 tim peserta dalam ajang yang pertama kali digelar oleh IT Telkom Bandung tersebut. Robot sederhana yang diberi nama Panser 32 tersebut menduduki urutan kedua tercepat menyelesaikan halang rintang berupa garis hitam pada arena pertandingan.

"Robot kami berhasil mencapai garis finish dalam waktu 34 detik untuk lintasan sejauh kurang lebih 7 m yang berliku-liku. Pencatatan waktu kami ternyata kalah dengan waktu yang dicetak oleh robot tim dari Politeknik Malang yang hanya 29 detik. Namun kami akui, robot lawan lebih baik dan pantas mengungguli robot kami," ujar Prima.

Diungkapkan Prima, kemampuan lawan memang menjadi kendala utama mereka dalam upaya memenangkan kompetisi tersebut. Bagi UAD, Politeknik Malang menjadi lawan tangguh yang dinilai paling sukar dikalahkan, mengingat tim lawan tersebut telah menjuarai beberapa ajang kompetisi serupa, termasuk kompetisi yang diadakan satu bulan sebelumnya di Universitas Gadjah Mada (UGM). Kendala lain ialah mereka belum mengetahui arena pertandingan yang akan digelar.

"Meskipun kami telah diberi contoh lintasan pertandingan, kami tidak mengetahui bahan apa yang digunakan untuk arena pertandingan. Dan ternyata, bahan yang digunakan saat lomba sedikit lebih kasar dari yang kami gunakan selama ini untuk latihan. Perbedaan bahan inilah yang membuat robot banyak tim lainnya tergelincir atau tidak bisa mencapai finish. Untungnya, robot kami masih mampu mengatasi kendala tersebut," imbuhnya.

Prima menjelaskan, robot Panser 32 milik timnya bisa dikatakan cukup berbeda dari robot-robot buatan tim lain, termasuk tim lain dari UAD sendiri. Berkat pengetahuan mereka, Panser 32 dilengkapi dengan program robot yang lebih mudah mengikuti garis secara baik dan benar.

Robot berbentuk gepeng ini sudah mampu membuat peta jalanan yang akan dipilihnya dengan merekam sudut derajat dan perhitungan keadaan persimpangan. Sehingga sebanyak apapun cabang dan setajam apapun kelokan garis halang rintang pada arena pertandingan, mampu terbaca jelas oleh sensor Panser 32. Pada babak empat besar, Panser 32 berhasil menyingkirkan robot milik tim UGM dan maju ke babak final.

Robot line follower sendiri merupakan robot yang dirancang menyusuri jejak garis secara otomatis. Robot jenis ini dikendalikan oleh sensor, bukan melalui remote control. Robot line follower dapat dikatakan robot cerdas karena mampu melakukan penyusuran garis dengan sendirinya dan tetap stabil. Menurut Prima, kestabilan itulah yang dimiliki Panser 32 sehingga mampu menyelesaikan halang rintang dalam perlombaan.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini