Share

Kemendikbud: Indeks Pendidikan Tak Turun, Tapi Stagnan

Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Rabu 24 Oktober 2012 15:24 WIB
https: img.okezone.com content 2012 10 24 373 708654 dGTCYHMah4.jpg Ilustrasi: siswa SD. (Foto: dok. Okezone)

JAKARTA - Data terakhir badan PBB yang membawahi pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan (UNESCO) tentang indeks pembangunan pendidikan atau education development index (EDI) menunjukkan, Indonesia berada di posisi ke-69 dari 127 negara. Indeks yang dikeluarkan pada 2011 ini jauh menurun dari tahun sebelumnya, dan lebih rendah dibandingkan Brunei Darussalam (34), serta terpaut empat peringkat dari Malaysia (65).

Meski di atas kertas menurun, Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof. Dr. Kacung Marijan menampik hal itu. Menurut Kacung, fakta tersebut tidak sepenuhnya benar.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

"Sebab kita harus lihat, negara-negara yang dilibatkan dalam perhitungan EDI tahun lalu juga bertambah. Jadi enggak bisa dibilang menurun. Tapi kalau kita bilang stagnan, iya," ujar Kacung kepada Okezone di Financial Club, grha Niaga, Jakarta Selatan, Rabu (24/10/2012).

Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu mengimbuh, secara umum, pencapaian pendidikan Indonesia justru mengalami tren meningkat. Kacung mengingatkan, agak kurang pas jika membandingkan indeks tersebut dengan negara tetangga seperti Singapura.

"Itu enggak bisa. Tapi bandingkanlah pencapaian kita saat ini dengan, misalnya, pencapaian lima tahun lalu," imbuhnya.

Menurut data indeks Education for All (EFA) keluaran UNESCO, EDI Indonesia ada pada kelompok menengah, bersama negara Antigua dan Barbuda (63), Saint Lucia (64),  Malaysia (65), Macao, China (66), Mauritius (67), Panama (68), Fiji (70), Kolombia (71), dan Peru (72).

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini