Share

Rusuh Lampung, Warga Bali Tolak Dievakuasi

Rohmat, Okezone · Selasa 30 Oktober 2012 23:30 WIB
https: img.okezone.com content 2012 10 30 340 711362 l5HuZUdBjc.jpg Suasana pengungsi di SPN Kemiling, Bandar Lampung (Foto: Tri P/okezone)

DENPASAR - Meski nyawanya terancam namun ratusan warga asal Bali yang tinggal di Kampung Balinuraga, Lampung Selatan, menolak dievakuasi dan memilih bertahan di sekitar tempat tinggal mereka.  

 

Sikap warga Bali yang memilih bertahan itu disampaikan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika usai berkoordinasi dengan Kapolda Lampung dan pihak Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI).

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

 

"Saya sempat berbicara dengan Pak Kapolda Lampung lewat telepon, sampai sore tadi, intinya beliau meminta saya membantu membujuk masyarakat kita di Bali Nuraga agar mau dievakuasi," jelas Pastika kepada wartawan di Denpasar, Selasa (30/10/2012).

 

Karenanya, Pastika telah memerintahkan PHDI agar menghubungi dan meminta tokoh masyarakat Bali di lokasi agar mau membujuk warganya mengungsi sementara waktu.

 

Meski telah berkal-kali telah dibujuk oleh Ketua PHDI Bali namun masyarakat menolak dievakuasi.

 

Dari data yang diterimanya, saat ini ada sekira 300 orang tetap bertahan dan siap menghadapi resiko apapun. Padahal, yang akan menyerbu lebih 3.000 sehingga hal tersebut mengundang kekhawatiran.

 

Pastika menuturkan, kepolisian sebenarnya telah berusaha meredam menghadang amuk ribuan massa di beberapa titik. Namun, tetap saja jebol lantaran massa merangasek melakukan serangan lewat sawah-sawah.

 

"Polisi sudah mengambil langkah evakuasi, cuma masyarakat kita di sana bersikukuh memilih bertahan. Apapun, menurut saya yang terbaik saat ini mereka harus dievakuasi," tegasnya.

 

Terkait kasus yang dialami warga asal Bali tersebut, Pastika terus berupaya mencari jalan terbaik yang akan disampaikan kepada pihak terkait di sana.

 

Bentrok berdarah yang menyebabkan jatuhnya korban, ini merupakan kesekian kalinya terjadi dan menimpa masyarakat asal Bali.

 

"Kejadiannya akan terus berulang kalau kelakuan orang-orang itu tetap seperti itu," sesalnya.

 

Dipihak lain, atas derita warga Bali di Lampung Selatan, telah memicu simpati dan keprihatinan masyarakat di Pulau Dewata.

 

Pasca kejadian, berbagai seruan, ajakan lewat short message service (SMS), broadcast lewat Blackberry terus bermunculan untuk mengetuk hati dan kepedulian masyarakat atas penderitaan warga Bali Nuraga.

 

Rencananya, Rabu 1 November 2012, besok serangkaian aksi keprihatinan atas kasus berdarah di Lampung Selatan akan digelar beberapa elemen masyarakat di Kota Denpasar dan Tabanan.

(hol)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini