Share

Larangan Berprofesi Ganda Beratkan PTS

Bramantyo, Okezone · Rabu 07 November 2012 16:45 WIB
https: img.okezone.com content 2012 11 07 373 715079 aun1klJHKV.jpg Image: corbis

SOLO – Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Prof Dr.

Bambang Setiaji menyatakan adanya larangan dosen berprofesi ganda sebagai guru atau sebaliknya sungguh memberatkan perguruan tinggi swasta (PTS).

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

"Kebijakan Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu memberatkan," ujar Bambang  saat ditemui wartawan, di Kampus UMS, Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (7/11/2012).

Dia mengimbuh, jumlah SDM yang dimiliki PTS masih jauh dari semestinya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah tidak lain merekrut guru menjadi dosen. "Bila tidak boleh, PTS tidak akan mampu memenuhi jumlah standar minimal staf pengajar," ungkapnya.

Bambang mengaku, akan meminta klarifikasi kepada Dirjen Dikti, sekaligus meminta agar kebijakan itu diperlonggar. "Karena alasan larangan dosen berstatus ganda sangat debatable dan kurang rasional," ujarnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa bila pemberian tunjangan sertifikasi guru dan dosen yang dijadikan persoalan, sebenarnya bisa ditangani oleh PTS yang bersangkutan yang mempekerjakan para guru. "Sebab realitanya tiap PTS masih banyak membutuhkan banyak dosen. Alternatifnya tentu saja merekrut praktisi, salah satunya adalah guru," pungkasnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini