NEW YORK - Warga New York bertanya-tanya kenapa jaringan listrik di wilayahnya tidak segera dapat kembali seperti semula. Sejak diterpa Badai Sandy banyak wilayah di New York kehilangan akses listrik hingga sekarang.
Gubernur negara bagian New York Andrew Cuomo, ikut meluapkan kemarahannya. Ia menganggap perusahaan listrik setempat kurang cekatan dalam memperbaiki jaringan listrik yang rusak.
“Lambatnya perbaikan jaringan listrik sungguh tidak dapat diterima. Semakin lama listrik menyala, maka warga pun jadi semakin menderita," ujar Cuomo, seperti dikutip Associated Press, Jumat (9/11/2012).
Sementara warga pun semakin tidak sabar dengan putusnya pasokan listrik, sejak Badai Sandy menerpa sekira dua pekan lalu. “Yang mengherankan saya adalah, daerah tempat tinggal saya sebenarnya tidak begitu terkena dampak badai Sandy. Tidak ada banjir, tidak ada tiang kabel dan pohon yang roboh, lalu kenapa listrik tidak dapat segera menyala," ucap Vincent Pina, seorang warga di kota Farmingdale, negara bagian New York.
Perusahaan listrik setempat menyatakan bahwa kerusakan yang ditimpulkan Badai Sandy sangat besar dan mereka telah berusaha semampu mereka untuk mengembalikan akses listrik secepatnya. Diperkirakan sampai saat ini masih ada 750 ribu rumah yang masih belum memiliki akses listrik.
Pemerintah negara bagian New York juga dikritik karena mengikuti kebijakan negara bagian New Jersey yang menjatah penjualan bahan bakar pada warga. Padahal bahan bakar tersebut penting untuk memanaskan rumah di cuaca dingin selama listrik tidak menyala.
Badai sandy sendiri meninmbulkan setidaknya 100 orang menjadi korban jiwa. Sebagian besar korban berasal dari negara bagian New York dan New Jersey.
(Fajar Nugraha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.