nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ditantang Mahfud MD, Sudi Silalahi Mengalah

Misbahol Munir, Jurnalis · Rabu 14 November 2012 18:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2012 11 14 339 718487 jXMw4ZdenU.jpg Mahfud MD (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Sudi Silalahi akhirnya takluk terhadap tantangan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD terkait dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan MK. Sudi pun tak mau memperpanjang permasalahan polemik dengan Mahfud MD tersebut.

"Sudah lah, sudah enggak usah lagi, Saya kira sudah cukup," ungkap Sudi kepada Okezone usai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat siaran pers mengenai keputusan MK perihal status BP Migas, di kantor presiden, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (14/11/2012).

Bahkan, saat diminta komentar perihal tantangan Mahfud, dia enggan menanggapinya. "Ya biar saja lah, saya gak mau ngeladeni," kata dia.

Sudi merasa polemik itu sudah selesai. "Enggak usah, tambah rame nanti," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua MK, Mahfud MD menantang Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) terkait pelanggaran hukum yang dilakukan oleh MK. Bahkan, Mahfud berjanji akan mengungdurkan diri jika dalam kepemimpinannya itu terbukti telah melakukan pelanggaran dan membiarkannya.  

 

“Saya tantang Pak Sudi untuk membuktikan, kapan dan kasus apa pelanggaran yang dilakukan MK. Jika itu terbukti saya akan mengundurkan diri,” ungkap Mahfud dalam wawancara di acara Indonesia Lawyer Clup (ILC), tvOne, Selasa malam.

 

Mahfud menyarankan agar Sudi menyampaikan tentang temuan pelanggaran hukum yang dilakukan MK. Mahfud menunggu agar Sudi menunjukkan dan melaporkan tentang temuan tersebut.

 

“Saya sarankan Pak Sudi, jika memang benar MK membiarkan pelanggaran hukum, silakan besok pagi jam 07.00 WIB dilaporkan. Dan jika terbukti saya besok akan langsung mengundurkan diri. Silakan wartawan tanya Pak Sudi besok,” tegasnya.

 

Konflik Mahfud dan Sudi mulai berjolak ketika kontroversi perihal pemberain grasi terhadap terdakwa raja narkoba, Meirika Franola alias Ola. Dimana Mahfud, menyebutkan bahwa lingkaran Istana tengah dikuasai oleh mafia pembebasan gembong Narkoba.

(ydh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini