Share

Palsukan Data, Rangking George Washington University Dicabut

Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Kamis 15 November 2012 13:08 WIB
https: img.okezone.com content 2012 11 15 373 718748 uMMkI1V2lP.jpg George Washington University. (Dok. GWU)

WASHINGTON - George Washington University (GWU) tidak lagi menempati posisi ke-51 dalam daftar Kampus Terbaik versi US News & World. Pencoretan GWU dari daftar bergengsi itu disebabkan skandal pemalsuan data yang dilakukan GWU selama lebih dari satu dekade.

GWU terbukti bersalah setelah menaikkan tingkat lulusan sekolah menengah atas (SMA) yang meminati kampus tersebut. Mereka melaporkan ke US News bahwa 78 persen lulusan SMA pada perhitungan ranking 2011 lalu adalah para siswa yang menempati 10 persen teratas lulusan. Angka sebenarnya jauh dari itu, yakni di bawah 58 persen.

Pada Rabu, 14 November, waktu setempat, direktur riset data pada US News Robert Morse menjelaskan pada sebuah postingan blog resmi bahwa majalah tersebut memutuskan untuk menurunkan peringkat GWU dari 51 ke daftar "tidak ada peringkat".

"Status ini akan bertahan hingga publikasi pada 2014, dan hingga GWU mengonfirmasi bahwa data mereka berikan akurat dan sesuai dengan ketentuan US News," ujar Morse, seperti dilansir Huffington Post, Kamis (15/11/2012).

Peringkat lulusan SMA yang meminati suatu perguruan tinggi dapat menjadi pertimbangan betapa kampus tersebut menyeleksi calon mahasiswanya. Data ini juga berpotensi menaikkan rangking perguruan tinggi yang bersangkutan dalam daftar prestisius US News. Sebagai perbandingan, Georgetown University (peringkat 21) melaporkan bahwa 90 persen calon mahasiswanya datang dari kelompok 10 besar tiap kelas di SMA. Bagi Vanderbilt University (peringkat 17) angka itu adalah 89 persen, New York University (peringkat 32) melaporkan 62 persen, dan Boston University (peringkat 51) melaporkan 55 persen.

Pihak GWU menyatakan, mereka menemukan masalah data rangking lulusan SMA ini saat mereview data statistik pendaftaran di kampus tersebut, musim panas lalu.  Seperti dilaporkan The Chronicle of Higher Education, karena tidak semua SMA menyimpan rekam jejak peringkat para siswa di antara rekan seangkatan mereka, maka pihak pendaftaran di GWU memperkirakan rangking 10 besar tersebut berdasarkan rata-rata nilai yang diperoleh para siswa dan standar hasil ujian. 

Rektor GWU Steven Knapp mengaku, melaporkan langsung masalah ini ke US News, pekan lalu. Dalam sebuah pernyataan resmi yang diunggah ke situs universitas, Knapp berkata bahwa pihaknya "menyerahkan diri" tanpa menyesali tindakan apa pun yang akan diambil US News sebagai konsekuensi masalah tersebut.

"Kami terkejut dengan keputusan US News untuk menghapus rangking GWU dan bukannya memperbaiki peringkat tersebut setelah keterbukaan kami. Kami menyesali kesalahan ini dan telah melakukan langkah perbaikan untuk mencegah kesalahan serupa terjadi di masa depan," ujar Knapp.

 

Menurut US News, skandal ini tidak mengubah peringkat perguruan tinggi lainnya dalam daftar yang mereka lansir tahun ini. Berikut 10 besar kampus elite versi US News & World:

1. Massachusetts Institute of Technology (MIT)

2. University of Cambridge

3. Harvard University

4. University College, London

5. University of Oxford

6. Imperial College London

7. Yale University

8. University of Chicago

9. Princeton University

10. California Institute of Technology

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini