nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kadar Metan Meningkat, Lokasi Semburan Lumpur Rawan Meledak

Agus Ismanto, Jurnalis · Jum'at 16 November 2012 14:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2012 11 16 521 719179 7UepYCilpy.jpg Semburan lumpur gas di Metatu, Gresik (Dok: Agus Ismanto/Sindo TV)

GRESIK - Kandungan gas metan di lokasi semburan lumpur di Desa Metatu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, meningkat sembilan persen, yakni dari 27 menjadi 36 persen low explosive limit (LEL).

 

Berdasarkan pantauan di lokasi, Jumat (16/11/2012) siang, genangan lumpur telah meluas melewati pagar bambu pembatas dengan radius 50 meter dari pusat semburan.

Misbach, teknisi dari Joint Operating Body, Pertamina Petrochina East Java, mengatakan, kadar LEL sudah cukup membahayakan karena karakter gas metan mudah terbakar, terutama bila akumulasi besar dan ada sumber api. Menurutnya, bisa saja terjadi ledakan.

Areal pusat semburan harus steril dari aktivitas manusia hingga radius 50 meter.

Untuk menghindari terjadinya kebakaran maupun ledakan, Pemerintah Kabupaten Gresik mengebut pembangunan tanggul dengan radius 100 meter mengeliling pusat semburan. Tanggul dibangun setinggi satu meter dan lebar 50 sentimeter mengelilingi pusat semburan.

Rambu larangan merokok dan menggunakan telefon genggam juga dipasang. Petugas juga sudah membagikan masker kepada warga sekitar.

Di Desa Metatu terdapat delapan titik sumur tua peninggalan pemerintahan kolonial Belanda. Belakangan bila warga sekitar menggali sumur yang keluar bukan air, melainkan lantung atau minyak mentah.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini