Share

Mahasiswa Teknik Sipil UI Gelar CENS 2012

Selasa 20 November 2012 12:05 WIB
https: img.okezone.com content 2012 11 20 373 720582 CU9S45wTiU.jpg Ilustrasi seminar (Foto: Ist)

JAKARTA - Ikatan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Indonesia (UI) kembali menghelat agenda tahunan, Civil Engineering National Seminar (CENS).

CENS adalah seminar berlevel nasional yang membahas isu-isu seputar teknik sipil yang sedang berlangsung di tengah masyarakat Indonesia. CENS kembali diadakan tahun ini dengan tema "Visioning The Future Through High Speed Train"  pada 22 November 2012, bertempat di JI-EXPO kemayoran.

Dengan beragam masalah yang perlu dianalisa, tampak sangat wajar untuk membawa isu transportasi kepermukaan. Topik dari Civil Engineering National Seminar 2012 adalah “Visioning the Future through High Speed Train”.

Isu transportasi selalu menjadi momok dan masalah yang besar di negara-negara berkembang. Kurangnya moda transportasi yang baik, ditambah dengan ratio yang tidak seimbang antara populasi yang terus berkembang dan kebutuhan transportasi publik membuat masalah semakin rumit. Diperkirakan pada tahun 2020 – 2030, Indonesia akan memiliki kereta super cepat (high speed train (HST) ) seperti Jepang, China, erancis, dan negara-negara maju lainnya.

Mega Proyek pemerintah yang berbiaya mencapai Rp180 triliun ini rupanya telah mencapai tahap studi kelayakan, yang dilakukan dengan pihak Jepang (Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Japan Transport Consultant, sejak tahun 2008 silam. Pada April 2012, Ditjen Perkeretaapian telah menggelar railway talk di Jepang dengan Atase Perhubungan Jepang untuk membahas lebih lanjut mengenai proyek ini.

Di China pemerintahnya memiliki ambisi besar membangun ribuan kilometer jalur kereta api cepat yang nyaris tanpa istirahat, China memiliki daratan yang luas dan mereka berambisi menghubungkan kota-kota mereka dengan jaringan high speed train, tidak hanya untuk dalam negeri, tapi juga dibangun jalur high speed train sampai ke India (arah barat China) dan Singapura (arah selatan China). Jalur transportasi di Asia akan segera terbangun dengan canggih, bila negara lain disekitarnya tidak ikut berkembang dan mengimbangi perubahan di sektor transportasi, maka akan kehilangan banyak kesempatan. Pihak asing akan menguasai sektor transportasi negara-negara ini.

Indonesia tentu harus sesegera mungkin berbenah untuk mengimbangi negara-negara asia yang sedang dalam proses membangun jalur kereta cepat ini. Jika tidak tentu Indonesia tidak akan lagi dilirik oleh negara asing untuk berinvestasi. Indonesia pun akan mengalami kerugian di sektor perekonomian.

Namun di balik keuntungan yang diharapkan, ternyata timbul juga masalah dalam penggunaan HST. Indonesia berlokasi di antara dua continental plate dan dua oceanic plate, sehingga memiliki aktifitas gempabumi yang tinggi. Pembangunan infrastruktur sebesar dan sepanjang High Speed Train akan membutuhkan kerja keras melihat kondisi geoteknik Indonesia. Karena itu pembangunan High Speed Train di tanah dengan aktifitas seismic dan kesuburan tanah yang tinggi, memerlukan teknologi yang efektif.

High Speed Train dapat mendorong pertumbuhan Indonesia secara signifikan. Manfaat dari High Speed Train tidak hanya akan memberikan tren positif pada wajah transportasi Indonesia, tetapi juga dari berbagai aspek seperti ekonomi.

Bersesuaian dengan MP3EI (Masterplan Percepatan, Perluasan dan Pembangunan Ekonomi Indonesia), High Speed Train dapat menjadi katalis untuk mengembangkan dan menyebarkan kekuatan ekonomi Indonesia yang selama ini hanya bertumpu pada kota-kota besar seperti Jakarta. Dengan visi dan misi untuk menjadi pemimpin di masa depan, Indonesia saat ini tengah berusaha untuk mendatangkan dan mendorong investor untuk menaruh investasinya di Indonesia. High Speed Train seharusnya menjadi prioritas utama untuk investasi.

Acara Civil Engineering National Seminar (CENS) yang digagas Ikatan Mahasiswa Teknik Sipil UI ini dirancang untuk menyebarkan kebutuhan Indonesia untuk memiliki High Speed Train dan untuk mendorong investor potensial untuk mengembangkan investasinya di Indonesia. Permasalahan diatas akan dibahas secara mendalam oleh pembicara-pembicara berkompeten

Adapun pembicara yang akan mengisi materi seminar adalah: Dr. Ir. Bambang Susantono, MCE (Wakil Menteri Perhubungan), Prof. Antonio Gomes Correia (Head of Geotechnical Group, University of Minho/DEC, Portugal), Prof. Fumio Tatsuoka (Professor of Geotechnical Engineering, Tokyo University of Science), Tundjung Inderawan (Direktur Jendral Perkeretaapian Kementerian Perhubungan), Kartika Wirjoatmodjo (CEO, PT. Infrastructure Indonesia Finance), Ignasius Jonan (Direktur Utama PT KA), dan Krishnahadi S. Pribadi, MSc., Phd (Ketua Dewan Pakar BKM PII/Badan Kejuruan Mesin Persatuan Insinyur Indonesia).

Pendaftaran Seminar untuk Mahasiswa: presale 1 (s/d 31 Oktober 2012) Rp125.000. Presale 2 (s/d 1-15 November 2012) Rp150.000. Normal Rp200.000

Pendaftaran untuk Umum : presale 1 (s/d 31 Oktober 2012) Rp550.000. Presale 2 (s/d 1-15 November 2012) Rp600.000. Normal Rp700.000. Untuk pendaftaran peserta bisa menghubungi Reva di: 081317969629. (ADV)

(mbs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini