Share

Ternyata, Insinyur di Indonesia Tidak Diakui!

Rani Hardjanti, Okezone · Kamis 22 November 2012 08:15 WIB
https: img.okezone.com content 2012 11 21 373 721466 XzjMG4t041.jpg Ilustrasi : Corbis

JAKARTA - Indonesia saat ini tengah kekurangan tenaga insinyur. Ironisnya, negara lain justru memberdayakan para engineering untuk memajukan negaranya. Mengapa demikian?  

Menurut Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia Said Didu, ada empat hal mendasar yang membuat profesi engineering bertitel insinyur kian tidak dilirik. "Pertama, pengakuan profesi insinyur tidak memiliki landasan undang-undang (UU). Di Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) kita juga tidak mengenal insinyur. Jadi profesi itu hilang dengan sendirinya," ujar Said Didu saat berbincang dengan Okezone, Kamis (22/11/2012).

 

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Alasan yang kedua, karena tidak ada UU-nya, maka perlindungan negara atas profesi ini tidak ada.  Selanjutnya yang ketiga, ujar mantan Sesmeneg ini, penghargaan insinyur di dalam negeri menjadi menurun. "Ini terlihat dari sistem penggajian bagi insinyur. Di Indonesia, gaji insinyur yang memegang peranan penting dan inti di perusahaan, lebih kecil dibanding gaji yang lainnya," beber Said.

 

Keempat, pada akhirnya, karena tidak ada UU yang mengatur mengenai insinyur maka semua orang bisa melakukan tugas insinyur, meski mereka bukan orang yang kompeten. "Ibaratnya mau operasi, kan ada aturannya. Harus bertitel dokter, kalau tidak ya tidak bisa mengoperasi orang," jelas dia.

 

Menurut Said, ini sungguh ironis. Sebab di negara lain berbondong-bodong memberdayakan engineering untuk memajukan negaranya, contohnya, Jerman, Korea Selatan, Jepang. "China dan India sudah mulai memberdayakan insinyur. Indonesia juga sudah dari dulu. Tapi tidak konsisten," pungkas pria jebolan Institut Pertanian Bogor (IPB) ini.

(mrg)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini