Share

UGM Pertahankan Juara 1 ATLAS Sejak 2009

Margaret Puspitarini, Okezone · Kamis 22 November 2012 17:32 WIB
https: img.okezone.com content 2012 11 22 373 721822 Dty9shYcnK.jpg Foto : Dok UGM.

JAKARTA - Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta berhasil meraih juara pertama dalam Ajang Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Nasional (ATLAS) 3rd Brawijaya Law Fair besutan Universitas Brawijaya (UB) Malang. Dengan demikian, UGM mengukuhkan diri sebagai juara bertahan selama tiga tahun berturut-turut.

Adalah M Gibran Sesunan dan Daisyta Mega Sari. Dalam kompetisi karya tulis ilmiah nasional bertema Reformasi Birokrasi dalam Bingkai Pancasila: Solusi Mengatasi Bencana Korupsi itu keduanya mengangkat “Prismatika Hukum Pancasila dalam Re-desain Kelembagaan Polri dan KPK sebagai Bentuk Reformasi Birokrasi dalam Pemberantasan Korupsi”.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Menurut salah seorang dosen pembimbing Dian Agung Wicaksono, karya tulis dari tim FH UGM berhasil lolos ke babak final setelah bersaing dengan 27 naskah karya tulis lainnya. “Pada babak final inilah delapan karya tulis yang lolos kemudian dipresentasikan di hadapan dewan juri dan tim peserta lain,” kata Dian, seperti dilansir dari situs UGM, Kamis (22/11/2012).

Penilaian terhadap lomba ini, lanjutnya, dilakukan dengan bobot penilaian antara naskah karya tulis dengan presentasi masing-masing adalah 50 persen. Setelah melalui penjurian oleh panel dewan juri diperoleh hasil FH UGM keluar sebagai juara pertama sementara FH Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dan FH Universitas Indonesia (UI) sebagai juara dua dan tiga. “Dengan hasil ini mengukuhkan predikat yang telah kita peroleh dua tahun sebelumnya sejak 2010,” tuturnya.

Dian berharap, dengan predikat terbaik tiga tahun berturut-turut dalam kompetisi ini bukan menjadi kesenangan sesaat, melainkan menjadi bukti kesungguhan mahasiswa dalam mencari ilmu dan mengamalkannya. "Selain itu sebagai bentuk aktualisasi diri dalam bidang keilmuan dan ikhtiar untuk tetap mempertahankan tradisi keilmuan, khususnya diskusi dan karya ilmiah di kalangan mahasiswa saat ini," imbuhnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini