Share

Rektor ITS : Krisis Insinyur, Solusinya Tambah Institusi & Mahasiswa Teknik

Herdiyanti Rohana, Okezone · Sabtu 24 November 2012 08:15 WIB
https: img.okezone.com content 2012 11 23 373 722573 kIQiPIzs0X.jpg Foto : Rektor ITS Triyogi Yuwono/its.ac.id

JAKARTA – Minimnya jumlah sumber daya manusia, dalam hal ini tenaga ahli teknik atau insinyur bagi kalangan industri menjadi tugas besar bagi perguruan tinggi, terutama kampus yang berfokus pada bidang teknik. Salah satunya ialah Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Rektor ITS Triyogi Yuwono menyebutkan, perbandingan jumlah insinyur dengan kebutuhan pihak industri tidak seimbang. Saat ini, jumlah insinyur di Indonesia hanya 15 persen sementara yang dibutuhkan adalah 35 persen.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

“Maka, ini tantangan kampus kami untuk meningkatkan jumlah mahssiswa dan menarik mahasiswa untuk menjadi seorang tenaga ahli teknik,” tutur Triyogi kepada Okezone seusai acara Ikatan Alumni (IKA) ITS di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Jumat 23 November kemarin. .

Keadaan ini diperparah dengan keberadaan perguruan tinggi di Indonesia yang berfokus pada bidang teknik yang sangat minim. Hanya ada dua perguruan tinggi negeri (PTN) teknik terbesar di Indonesia, yakni ITS dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Untuk itu, lanjutnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sedang membangung dua PTN teknik baru yang berlokasi di Lampung dan Balikpapan. “Sekolah tinggi atau institut teknologi akan ditambah lagi. Selain ITB dan ITS, di Lampung telah dibangun Institut Teknologi Sumatera (ITS/ITERA) dan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di daerah Kalimantan, tepatnya di Balikpapan,” urainya.

Menurut Triyogi, untuk mengatasi krisis insinyur di Tanah Air tidak cukup hanya dengan menambah jumlah institusi teknik tapi juga menarik perhatian mahasiswa untuk memilih jurusan-jurusan teknik. “Selain menambah institut teknologi,  kami menambahkan kapasitas jumlah mahsiswa di setiap jurusannnya. Dengan itu, jumlah insinyur dapat bertambah,” tutupnya.

(mrg)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini