Pascarusuh di Kubar, Upacara Adat Pemulihan Nama Baik Digelar

Amir Sarifudin , Okezone · Senin 26 November 2012 15:41 WIB
https: img.okezone.com content 2012 11 26 340 723341

BALIKPAPAN - Situasi keamanan di Kecamatan Barongtongkok dan Melak, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur, semakin kondusif. Ini terlihat dari mulai beraktivitasnya warga, baik pelajar, pegawai, maupun pelaku usaha.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Kaltim Farid Wadjdy usai mengunjungi Kubar, Senin (26/11/2012).

“Semua pihak harus mengawal 12 poin perjanjian damai sehingga situasi bisa aman serta terkendali seperti ini,” ujar Farid di Hotel Novotel, Balikpapan, Senin (26/11/2012).

Selain itu, lanjut Farid, hari ini Bupati Kubar bersama masyarakat menggelar upacara adat sebagai bentuk pemulihan nama baik korban penganiyaan karena namanya telah tercemar.

“Karena pemilik APMS (agen premium dan minyak solar) sudah tidak ada yang keluar dari Kubar dan APMS-nya hancur maka dana upacara adat ditanggung oleh Bupati Kubar,” sambungnya.

Sedianya, upacara adat tersebut dilakukan pada Sabtu, 24 November, atau sehari setelah pemukulan warga oleh petugas APMS. Namun, karena situasi tidak kondusif, upacara adat diurungkan.

“Sorenya terjadi pembakaran dua ruko dan malam harinya terjadi pembakaran Pasar Barongtongkok di dekat Polres Kubar,” lanjut Farid.

Di antara poin perjanjian damai yang sudah disepakati, lanjut dia, kedua pihak harus menanggalkan simbol-simbol yang dapat memberikan penafsiran bermacam-macam. Tindakan tegas akan diberikan kepada pihak yang melakukan aksi anarkistis, termasuk penjarahan.

“Di sana juga beredar SMS yang provokatif. Tidak tanggung-tanggung, SMS itu menganasmanakan bupati, ketua DPRD, dan tokoh masyarakat. SMS tidak benar itu,” ucapnya.

Diakui Farid hingga kini masih ada ratusan pengungsi yang tersebar di mapolres, mapoolsek, dan koramil. Jumlahnya mencapai 898 orang. Separuhnya tidak memiliki rumah lagi karena hangus dibakar.

“Sebagian dari mereka banyak yang tinggal di ruko dan kios yang terbakar. Jadi kami harus memikirkan mereka,” imbuhnya.

Pihaknya juga sudah menginstruksikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi dan kabupaten untuk memberikan bantuan bagi pengungsi. “Tadi pagi ksmi berikan sembako kepada pengungsi,” tambahnya.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini