Mendongkrak Kualitas Insinyur RI

Margaret Puspitarini, Okezone · Kamis 29 November 2012 13:59 WIB
https: img.okezone.com content 2012 11 29 373 724979 2VyGDSIleb.jpg Foto: teknisi memeriksa alat di pabrik Krakatau Steel. (Foto: dok. Okezone)

JAKARTA - Tanggung jawab untuk kembali menumbuhkan minat dan kecintaan terhadap profesi insinyur tidak hanya dirasakan oleh Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) yang baru Bobby Gafur Umar tapi juga Wakil Ketua PII Hermanto Dardak. Dia menyatakan, fokus utama peningkatan insinyur ditinjau dari dua sisi, yakni kuantitas dan kualitas.

Hermanto menyebutkan, dari segi kuantitas, pembangunan dua institut teknik yang dicanangkan pemerintah merupakan langkah pendukung yang tepat untuk meningkatkan jumlah sarjana teknik di Indonesia. Apalagi, lanjutnya, letak kedua institut tersebut sangat strategis dengan program pembangunan yang direncanakan pemerintah.

"Dua institut teknik itu baik dan dekat lokasi, konsenterasi pembangunan. Dan pembangunan itu memerlukan tenaga yang lebih intensif. Maka, kedua institut ini akan membantu memproduksi tenaga insinyur yang dibutuhkan itu," papar Hermanto ketika berbincang dengan Okezone belum lama ini.

Menurut Wakil Menteri (Wamen) Perhubungan itu, agar pertumbuhan kuantitas insinyur di dua institut teknologi baru itu semakin cepat, maka program tersebut diselaraskan dengan budaya di daerah setempat. Sebab, katanya, teknologi adalah bagian dari kebudayaan.  "Dengan menyentuh aspek budaya daerah tersebut, teknologi akan lebih cepat untuk berkembang. Demikian pula dengan peningkatan jumlah insinyur," tuturnya.

Sementara itu, tambahnya, PII juga berfokus pada peningkatan insinyur secara kualitas, yakni meningkatkan profesionalisme insinyur. Hermanto menyatakan, dengan adanya profesionalisme, para insinyur pun dapat meningkatkan daya saing mereka, tidak hanya di tingkat nasional tapi juga internasional.

"Kami menargetkan UU Keinsinyuran akan selesai pada 2014. Harus ada asuransi atau perlindungan bagi para insinyur di Indonesia," urainya.

Dia mengemukakan, berbagai program PII ke depan memang lebih banyak berfokus pada kualitas misalnya dengan memberikan pelatihan-pelatihan ke lembaga-lembaga dan bekerjasama dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). PII, kata Hermanto, juga berkomunikasi dengan komunitas-komunitas insinyur di luar negeri. Sementara itu, menanggapi fenomena hengkangnya para insinyur Tanah Air ke luar negeri akibat minimnya penghargaan di negeri sendiri, PII akan memberikan lebih banyak ruang bagi para insinyur agar mampu berkreasi dan berkembang.

"Kita ciptakan semua tadi termasuk cluster untuk memberikan ruang bagi insinyur berkarya. Dengan demikian apresiasi akan mengikuti. Jangan hanya mengekspor bahan mentah tapi hendaknya diolah terlebih dahulu dan memberikan nilai tambah pada bahan mentah tersebut," tutupnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini