nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sekretaris FPI Jateng Emosi di Kantor PTUN Semarang

Nugroho Setyabudi, Jurnalis · Kamis 06 Desember 2012 18:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2012 12 06 340 728499 qkMooEw52k.jpg Ilustrasi massa FPI

SEMARANG- Suasana hening Kantor Pengadilan Tata Usahan Negara (PTUN) Semarang, Jawa tengah, sontak berubah saat Habib Salim Jindan, yang juga sekertaris dewan syuro Front Pembela Islam (FPI) Jateng, mengamuk di sana.

Dia emosi atas sikap petugas PTUN dan petugas Kepolisian yang melarang dirinya untuk menemui Kepala PTUN Liliek Purwanto di kantornya Jalan Abdul Rahman Saleh 89, Semarang.

Rombongan Habib Salim awalnya datang ke Kantor PTUN untuk mengawal Habib Salim Jindan Baharun untuk mengikuti sidang pertama kasus sengketa tanah, antara kubu Habib Salim, PT First National Cooling Industri / Sunlake Group of Hotel, dan Badan Pertanahan Nasional.

Habib Salim yang datang dengan Panglima FPI Jateng Kiai Haji Ahmad Rofi'I dan puluhan anggota ormas Islam lainnya, kemudian ingin melakukan silahturahmi dengan Kepala PTUN, namun niat tersebut dihalang-halangi petugas.

"Ini gimana kok silaturahmi saja dilarang?" teriak Habib Salim di loby PTUN Semarang, Kamis (6/12/2012).

"Saya bila tidak dihargai tidak masalah, tapi ini saya datang dengan para ulama. Ini sama saja dengan melecehkan orangtua kami, kalau melecehkan para ulama saya siap berhadapan dengan siapa saja. Didatangi ulama itu berkah, kenapa harus dipersulit," tegas Habib Salim dengan masih emosi.

Untuk menghidarkan hal yang tidak diinginkan, petugas mempersilahkan Rombongan Kiai Haji Ahmad Rofi’i naik ke lantai dua dimana ruang kepala PTUN berada.

Baru saja sampai di depan tangga, rombongan kembali dihentikan oleh pihak PTUN. Kali ini romobongan dihadang oleh Sekertaris Wakil Kepala PTUN Ngarbi.

"Kami hanya menyampaikan dari pak kepala kalau akan menemui beliau perwakilan dua orang saja," ujar Ngarbi.

Namun pernyataan Ngarbi justru memancing emosi Habib Salim . "Loh pak, kami ini mau silaturahmi bukan membicarakan masalah sidang nanti. Kami ini berkunjung untuk silaturahmi agar kenal satu sama lain dengan kepala PTUN, kok dilarang lagi?" kesal Habib Salim.

"Kami tahu etika pak, ini hanya para ulama saja berlima, enam dengan saya. Jadi kalau alasan bapak ruangannya sempit itu mengada ada. Nanti kalau memang tidak cukup, kami akan keluar lagi dari ruangan. Kami datang, kami saling berjabat tangan dan kalau ruangan tidak cukup kami keluar," ungkap sekertaris dewan syuro FPI Jateng itu dengan nada keras.

Setelah bernegosiasi, Habib Salim Jindan dan lima ulama dipersilahkan masuk ke ruang kepala PTUN. Usai bertemu kepala PTUN, Habib Salim menyampaikan permintaan maafnya atas insiden itu.

Dia berharap para penegak hukum dapat melakukan kerjanya sesuai dengan kaidah Islami.

"Sudah seharusnya para penegak hukun ini melaksanakan penegakan hukum dengan usaha dakwah dan iman. Ini nanti akan sangat menguntungkan para penegak hukum bila dilaksanakan. Iya, selain itu saya menyampaikan permohonan maaf saya atas insiden tadi. Saya hanya menyampaikan kekecewaan saja, kami cinta kedamaian tapi jangan buat kami kecewa," pungkas kiai muda asal Kabupaten Semarang ini.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini