nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kabayuran

Dede Suryana, Jurnalis · Rabu 12 Desember 2012 15:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2012 12 12 504 731138 YKeUgY78ux.jpg Kawasan Pakubuwono, Kebayoran Baru, tempo dulu (Foto: Istimewa)

KAWASAN Kebayoran kini dipecah menjadi dua kecamatan, Kebayoran Lama dan Kebayoran Baru. Kedua kecamatan ini masuk wilayah Kotamadya Jakarta Selatan. Kenapa daerah ini dinamakan Kebayoran?

Dalam berbagai literatur ditulis, nama Kebayoran berasal dari kata kabayuran, artinya tempat penyimpanan Kayu Bayur. Kayu bertekstur kuat dan antirayap yang sering digunakan untuk bahan bangunan. Konon di tempat inilah kayu-kayu ini ditimbun.

Selain Bayur, kayu-kayu gelondongan jenis lain juga dapat ditemui di kawasan ini. Kayu-kayu itu diangkut ke Batavia melalui Kali Krukut dan Kali Grogol, dengan cara dihanyutkan. Berbeda dengan saat ini, kedua sungai tersebut kala itu cukup lebar dan dalam.

Sampai awal masa kemerdekaan Indonesia, Kebayoran menjadi nama sebuah distrik, yang dikepalai oleh seorang wedana, termasuk wilayah Kabupaten Meester Cornelis. Wilayahnya meliputi pula kawasan Ciputat. Pada 1938, di kawasan Kebayoran direncanakan akan dibangun sebuah lapangan terbang internasional, namun dibatalkan karena pecah Perang Dunia Kedua.

Mulai 1949, di tempat yang direncanakan untuk lapangan terbang itu dibangunlah Kota Satelit Kebayoran Baru, meliputi areal seluas 730 ha, yang menurut rencana cukup untuk dihuni oleh 100.000 jiwa, suatu jumlah yang jauh dari sesuai dengan perkembangan penduduk Jakarta kemudian hari.

Diolah dari berbagai sumber

(ded)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini