Korban Salah Tangkap Syamsul Merasa Dikucilkan Masyarakat

Isnaini, Okezone · Kamis 13 Desember 2012 18:21 WIB
https: img.okezone.com content 2012 12 13 339 731855 q0b20UXkkl.jpg Ilustrasi (Okezone)

JAKARTA- Syamsul Arifin (23), Korban salah tangkap petugas kepolisian mengaku dikucilkan dari masyarakat sekitar tempat tinggalnya karena dirinya dianggap seorang mantan narapidana.

"Saya sekarang kalau pulang kerja langsung masuk rumah, tidak berani keluar, karena tetangga saya selalu menggunjingkan saya yang seorang mantan napi," kata Syamsul saat berniat mengadukan nasibnya ke Kompolnas di halaman Sekretariat Kompolnas, Jl Tirtayasa, Jakarta, Kamis (13/12/2012).

Tidak hanya dikucilkan, Syamsul juga gagal menikah dengan kekasih impiannya karena keluarga sang kekasih tiba-tiba memutuskan rencana pernikahannya yang tinggal menghitung hari itu. "Saya gagal menikah, keluarga perempuan datang ke Polda bilang ke saya enggak usah dilanjutkan lagi, karena jadi omongan orang-orang, padahal undangan sudah disebar," lirih Pria yang sekarang bekerja sebagai tukang mebel panggilan ini.

Untuk diketahui, Syamsul menjadi korban salah tangkap dan mendapatkan tindak kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Dia menuturkan saat itu, Ia diciduk petugas dengan tuduhan pencurian televisi 21 Inch pada  8 Februari 2011 lalu. Dia dibawa ke lapangan masjid di kawasan industri Rungkut, disana Ia dipukuli dengan kepala yang ditutup kantong kresek.

"Saya dipukuli dengan kepala ditutup kantong kresek, kaki saya dipukul kayu, sampai sekarang masih sakit, tapi saya hapal muka orang-orang yang ada di sana, " tuturnya.

Warga Jl Rungkut Mejoyo II, No 27, Surabaya, Jawa Timur ini harus meringkuk di sel Polda Jatim. Dia pun dipaksa mengakui perbuatan yang dia tidak perbuat, total massa penahanan di Rutan Polda 53 hari. Ketika berkasnya dilimpahkan ke kejaksaan dan masuk meja hijau, penahanan yang dia alami selama empat bulan.

(ugo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini