KUALA LUMPUR - Desakan makin kuat muncul terhadap mantan Menteri Penerangan Malaysia Zainudin Maidin untuk segera meminta maaf kepada mantan Presiden Indonesia BJ Habibie, atas tulisan yang menghina Habibie. Kali ini desakan datang dari Partai Keadilan Rakyat (PKR), yang merupakan kendaraan politik Anwar Ibrahim.
Sebelumnya di media "Utusan Malaysia" Zainudin Maidin menulis editorial yang menyebutkan mantan Presiden BJ Habibie sebagai sosok pengkhianat negara dan antek imperialisme, bersama dengan tokoh oposisi Anwar Ibrahim. Editorial itu pun menyatakan Habibie sebagai pemicu perpecahan di Indonesia.
Zainudin merunut pada keputusan Habibie ketika masih menjabat sebagai presiden pada 1999 silam. Menurutnya, di tangan Habibie, Indonesia telah melepas Timor Leste dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dirinya pun menuduh Habibie bersama Anwar sebagai "Anjing Imperialisme".
Tulisan itu sontak mengundang kecaman dari Indonesia dan dalam negeri Malaysia sendiri. PKR pun mendesak Zainuddin untuk segera meminta maaf atas ulahnya tersebut.
“Keadilan mendesak Zainuddin segera memohon maaf secara terbuka kepada kedua tokoh ini (Habibie dan Anwar). Kepimpinan UMNO juga harus tegas menyatakan kecamannya atas sikap keterlaluan dan keji yang ditunjukan (oleh Zainudin),” kata Deputi Wakil Presiden PKR Mohamed Azmin Ali, seperti dikutip Keadilan Daily, Kamis (13/12/2012).
Azmin menambahkan, PKR tidak heran dengan perilaku Zauniddin tersebut lewat editorial yang berjudul "Persamaan B.J. Habibie dengan Anwar Ibrahim". Menurutnya Utusan Malaysia dimana editorial itu dirilis adalah media picisan milik Partai UMNO yang berkuasa di Malaysia sejak puluhan tahun. Menurutnya media tersebut tidak pernah menampun pemikiran rakyat dan kerap menyebabkan fitnah.
“Adalah tidak salah untuk kita menyatakan Zainudin sedang menghidap ‘Sklerosis Intelek’ yang kronis layaknya sebagian besar pimpinan UMNO lain. Sikapnya adalah budaya politik dari UMNO yang menyerang kepribadian individu dan menyebar fitnah tanpa henti," jelasnya.
Bagi Azmin, Habibie adalah sosok yang peduli rakyat dan memiliki sikap setiakawan. “Saya sendiri menyaksikan secara dekat betapa bapak Habibie dan isteri, Almarhumah Ibu Ainun begitu prihatin semasa Datuk Seri Anwar menjalani rawatan di Munich, Jerman pada 2004,” kata Azmin.
Menurutnya hal ini menjelaskan betapa akrab hubungan keluarga kedua tokoh yang turut memperkuat hubungan Malaysia dan Indonesia.
(Fajar Nugraha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.