Share

Divine Filter Gubes UB Akan Ditayangkan HBO

Margaret Puspitarini, Okezone · Jum'at 14 Desember 2012 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2012 12 14 373 732169 wbMtEuS8G9.jpg Ilustrasi: aksi demo menuntut diperbolehkannya merokok. (Foto: Dede K/Okezone)

JAKARTA - Menghasilkan inovasi baru yang berguna bagi masyarakat luas adalah sebuah kepuasan terbesar bagi para peneliti. Apalagi ketika karya tersebut mendapat apresiasi dari dunia internasional lewat publikasi di media audio visual.

Hal ini yang dialami oleh Guru Besar Universitas Brawijaya (UB) Malang Sutiman Bambang Sumitro beserta tim. Divine filter yang telah ditekuni Sutiman beserta tim sejak tujuh tahun silam akan disiarkan oleh salah satu jaringan televisi kabel premium yang berbasis di Amerika Serikat, HBO. Wawancara dan pengambilan gambar di laboratorium bio-informatika dan laboratorium biomedik itu berlangsung kemarin.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Sutiman mengaku sangat gembira atas respon masyarakat dunia terhadap hasil penelitian tersebut. "Divine filter yang menggunakan teknologi balur telah merambah berbagai negara seperti Amerika Serikat, Norwegia, Arab Saudi, dan Nigeria. Teknologi ini juga telah menyembukan penyakit degeneratif banyak orang," ungkap Sutiman, seperti dinukil dari laman resmi UB, Prasetya Online, Jumat (14/12/2012).

Penelitian ini didasarkan pada kenyataan, asap rokok adalah partikel berukuran 10-1000 nm yang merupakan kumpulan senyawa kimia. Berdasarkan hasil analisis diketahui sebagian besar kandungan asap rokok beracun.

Sutiman beserta tim kemudian melakukan rekonstruksi secara teoritis. Dari hasil penelitian diketahui, partikel beracun tersebut merupakan senyawa aromatik dan logam. Secara teoritis kemudian dikembangkan kemungkinan untuk memperkecil ukuran partikel tersebut.

Kemungkinan ini menurut Sutiman diperoleh dari karakter sinyal magnetik. "Dengan ukuran yang lebih kecil maka senyawa menjadi lebih kompak dan mempunyai kemampuan sebagai scavenger. Scavenger adalah kemampuan untuk menangkap atau mendonasikan elektron pada sistem biologi," ujarnya.

Kemampuan ini yang kemudian menjadi basis penelitian salah seorang tim Sutiman, Fatma Ayatiliulil Albab, untuk mengetahui dampak divine filter pada hewan coba. Penelitian ini Fatma fokuskan pada sistem imun yang merupakan sistem pertahanan pertama dengan menggunakan divine filter sebagai mediator pada transformasi asap yang diyakini beracun menjadi lebih berkemampuan sebagai scavenger.

Peraih gelar doktor sains dari Nagoya University, Jepang itu menambahkan, divine filter ini bisa mengubah kandungan tar dan nikotin yang tinggi menjadi mild, dengan indikasi seperti dari berbau menjadi tidak berbau, di antaranya di baju. Indikasi perubahan karakter asap ini menjadi salah satu bukti kemampuan divine filter untuk mengubah karakter komponen dan mereduksi radikal bebas.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini