Share

Perbankan Syariah Sulsel Butuh 20 Ribu Pegawai

Arpan Rachman, Okezone · Rabu 19 Desember 2012 20:33 WIB
https: img.okezone.com content 2012 12 19 373 734630 TwsROX5VLt.jpg Ilustrasi : ist.

MAKASSAR – Berdasarkan survei Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dikemukakan Muhammad Firda, Perbankan Syariah di Sulsel masih butuh tenaga kerja sebanyak 20 ribu. Hal ini dikemukakan ketika membuka seminar internasional akuntansi di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.

 

Berbicara di depan forum di auditorium Al-Amien, Unismuh Makassar, Rabu (19/12/2012), Firda mengungkapkan rencana strategi pemerintah provinsi Sulsel dalam pembangunan ekonomi daerah merumuskan upaya peningkatan ketahanan ekonomi. Program ini termasuk di dalamnya pemantapan ekonomi kerakyatan dan peningkatan daya saing komoditas unggulan daerah yang ditopang kinerja makro.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

 

“Empat tahun terakhir telah menunjukkan perkembangan dan kemajuan yang menggembirakan karena pertumbuhan ekonomi Sulsel pada 2010 meningkat 8,18 persen. Sebelumnya, pada 2008, pertumbuhan ekonomi Sulsel hanya 7,78 persen,” tutur Firda di hadapan sekira 800 orang peserta seminar.

 

Menurut Firda, setelah memasuki 2012 pertumbuhan ekonomi triwulan pertama mengalami laju 7,93 persen. Sementara pada triwulan ketiga tumbuh sebesar 8,40 persen dengan inflasi yang cukup stabil.

 

Dia menguraikan, pertumbuhan ekonomi tersebut dipengaruhi oleh sektor keuangan, persewaan, dan jasa sebesar 9,94 persen. Perekonomian syariah memberi kontribusi  35,87 persen dengan tren perkembangan setiap market share 5,2 persen di atas normal 4,1 persen, sehingga total aset 3,98 triliun dan dana pihak ketiga 1,82 triliun, FDR 211,91 persen dan NPF sebesar 1,6 persen.

 

“Mengacu rincian pertumbuhan ekonomi yang ada, Perbankan Syariah hanya memberikan kontribusi 35,87 persen, jadi masih membutuhkan tenaga perbankan berkisar 20 ribu pegawai sesuai dengan data yang telah dikemukakan,” ujarnya.

 

Firda menjelaskan, capaian hasil perekonomian di Sulsel tidak terlepas dari komitmen dan kebersamaan stakeholders termasuk peranan Bank Syariah di Indonesia. Dia pun berharap, sistem ekonomi Islam akan memberikan dampak yang lebih baik bagi kehidupan masyarakat di Sulsel sebagai upaya, komitmen, dan tekad bulat dari seorang muslim untuk beragama Islam secara kaffah.

(mrg)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini