Tolak Capres Ical, DPP Golkar Ancam DPD II

Tegar Arief Fadly, Okezone · Sabtu 22 Desember 2012 06:34 WIB
https: img.okezone.com content 2012 12 22 339 735735 9PX9AvsaxM.jpg Aburizal Bakrie (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Dewan Pertimbangan Partai Golkar telah mengirim surat wasiat ke DPP Partai Golkar. Salah satu isinya yakni mengusulkan agar DPP mengevaluasi pencapresan Aburizal Bakrie (Ical) jika elektabilitasnya tak kunjung membaik.

Bahkan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tanjung sempat memberikan pernyataan jika DPD II Kabupaten/Kota Partai Golkar sangat kecewa lantaran tidak dilibatkan dalam penentuan capres partai berlambang pohon beringin tersebut.

Hal itu tentu menimbulkan anggapan jika internal Partai Golkar kembali bergejolak terkait dengan pencapresan Ical yang ditentukan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) beberapa bulan lalu. Namun hal itu lagi-lagi disangkal oleh elite partai berlambang pohon beringin itu.

"Rapimnas itu kan haknya DPD I, kecuali AD/ART dirubah. Ini kan tinggal komunikasi DPD I dan DPD II saja," kata Ketua DPP Partai Golkar, Indra J. Piliang saat berbincang dengan Okezone di Jakarta, Jumat (211/12/2012) malam.

Indra menegaskan, tidak ada kekisruhan di internal partainya saat ini. Hal itu terbukti dengan tidak adanya sedikitpun gerakan dari arus bawah partai tersebut untuk menolak keputusan Rapimnas itu.

"Biasa saja, kalau saya enggak ada keramaian. Sampai sekarang belum ada rapat pleno DPD. Biasanya kalau ada masalah kan ada rapat pleno, sampai sekarang belum ada suara dari DPD untuk itu. Jadi sampai awal Januari enggak ada aktivitas apa-apa. Sekarang kan sibuknya dengan Pilkada," sambungnya.

Jika ada DPD tingkat II yang dengan nekad melakukan sebuah aksi untuk menunjukan penolakan terhadap pencapresan Ical, menurut Indra hal itu justru akan beresiko terhadap DPD yang bersangkutan. Mengingat, tahun 2013 adalah tahun politik dimana daerah-daerah akan menggelar Pilkada.

"Saya kira justru terlalu beresiko bagi DPD-DPD II untuk melakukan aksi politis. Apalagi sebentar lagi kan mau pemilihan legislatif dan Pilkada. Kalau mereka enggak diusung gimana. Saya juga bergerak ke daerah, tapi saya juga belum menemukan (aksi politis)," terang Indra.

Jika sudah menginjak ke 2013, Indra yakin DPD-DPD yang tidak sepakat dengan keputusan Rapimnas tersebut perhatianya akan beralih pada kerja politik atau konsolidasi partai.

"Saya kira ada ratusan Pilkada di 2013, proses pencalegan juga sudah ramai. Jadi enggak ada lagi berpikir tentang Pilpres, kalau ada mungkin 2014. Kalau sekarang agak susah buat gerakan apapun, kalender legislatif kan sudah mulai. Kalau kalender Pileg jalan, mereka sudah lupa sama Pilpres," tutup Indra.

(trk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini