Negara Terlalu Memanjakan Pegawai Bea dan Cukai

Tegar Arief Fadly, Okezone · Rabu 26 Desember 2012 13:46 WIB
https: img.okezone.com content 2012 12 26 339 737195 hn4SVr3Lbc.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) mengalkulasi anggaran yang dialokasikan oleh pemerintah untuk operasional seluruh pegawai di Direktorat Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai sangat tidak masuk akal.

 

Pasalnya, selain mendapatkan kenaikan gaji setiap tahunnya, pegawai di Dirjen Bea dan Cukai juga mendapat renumenarasi untuk menyempurna gaji pokok, serta memberikan bahan pakaian dinas, sepatu baru dinas, dan kancing pakaian upacara pada tiap tahunnya.

 

Kordinator Investigasi dan Advokasi Fitra, Uchok Sky Khadafi, menuturkan pada 2012, Dirjen Bea dan Cukai melakukan pengadaan bahan pakaian dinas pegawai, dengan nilai HPS sebesar Rp4.336.200.000. Lelang ini dimenangkan oleh PT. Yabes, Jl Pisangan Baru Selatan No 22 RT 001/08 dengan nilai penawaran sebesar Rp4.175.820.000.

 

"Padahal ada perusahaan yang lebih murah, yaitu CV. Mas Textile nilai penawaran  sebesar Rp4.015.440.000, tapi perusahaan ini dikalahkan telat. Kemudian, tahun 2011, Dirjen Bea dan cukai juga melakukan lelang bahan pakaian dinas pegawai, dengan nilai HPS sebesar Rp3.578.058.000. Pemenang lelang ini PT Sinar Global Mulia, Jl Dr. Susilo Raya C5 RT 001 RW 005 Grogol Petamburan, dengan nilai penawaran sebesar Rp.3.038.718.375," ujarnya dalam keterangan yang diterima Okezone, Rabu (26/12/2012).

 

Pada tahun 2012, ada pengadaan sepatu dinas pegawai, dengan nilai HPS sebesar Rp.2.028.799.850. Lelang ini dimenangkan oleh CV Zikra Aminu, Jalan I Gusti Ngurah Rai Komplek Ruko Mall Klender Blok B2/12 Lt. 2 Klender Duren Sawit, dengan nilai penawaran sebesar Rp.1.583.340.000.

 

Sementara itu pada tahun 2011, Direktorat Jenderal Bea Dan Cukai melakukan pengadaan sepatu dinas Pegawai, dengan nilai HPS sebesar Rp.2.015.695.000, dan lelang dimenangkan oleh Cv. Sinar Kumala Jl.Paradise Timur Raya Blok G1 No.5 RT/RW 013/013 Kelurahaan Sunter Agung Tanjung Priuk, dengan nilai penawaran sebesar Rp1.727.523.000.

 

Pada tahun anggaran 2012, Dirjen Bea dan Cukai melakukan pengadaan Kancing Pakaian Dinas Upacara dengan nilai HPS sebesar Rp710.820.000. Dan lelang dimenangkan oleh CV Sinar Kumala Jalan Paradise Timur Raya Blok G1 No.5 Rt./Rw.013/013 Kelurahaan Sunter Agung Tanjung Priuk dengan nilai penawaran sebesar Rp.488.290.000.

 

"Kemudian, pada 2010, Dirjen Bea dan Cukai melakukan pengadaan kancing pakaian dinas upacara dengan nilai HPS sebesar Rp.762.575.000. Dan lelang ini dimenangkan oleh Cv.Bintang Bahgas Jaya, Jl. Raya Bogor No.10A Rt.011 Rw.010, Kel. Kramat Jati, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, dengan nilai penawaran sebesar Rp.579.169.250," sambung Uchok.

 

Penjahitan pakaian Dinas Harian, dengan nilai HPS sebesar Rp.271.880.000. Dan lelang ini dimenangkan oleh Cv.Mulya Mandiri, Jl. Pancuran GG. Teladan No.51 Rt.02/07 Sukapura Kejaksaan, dengan nilai penawaran sebesar Rp.185.504.000. Pengadaan Kemeja kerja pegawai dengan nilai HPS sebesar Rp.2.976.088.500. Dan lelang Ini dimenangkan oleh Pt.Cipta Busana Jaya Jl.Cirendeu Raya No.43 Rt.004/006 Cirendau Timur - Tangerang Banten 15419, dengan nilai penawaran sebesar Rp.2.157.360.480.

 

"Padahal, ada perusahaan yang lebih murah, yaitu, CV. Mulya Mandiri dengan nilai penawaran sebesar Rp.234.456.000, dan PT.Grahanusa Seni Indah sebesar Rp.2.152.501.560," terangnya.

 

Oleh sebab itu, Uchok berharap aparat hukum seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyelidikan atas dugaan ada penyimpangaan lelang tersebut, serta meminta DPR juga bersikap terkait adanya dugaan penyalahgunaan tersebut.

 

"Meminta kepada DPR, khusus komisi XI, agar menghentikan atau menghapus program-program yang setiap tahun memberikan jatah kepada pegawai bea dan cukai seperti Bahan pakai dinas, sepatu dinas baru, kancing pakaian upacara, kemeja kerja pegawai dan penjahitan pakaian. Dengan pemberian jatah ini, negara terlalu memanjakan pegawai bea dan cukai. Padahal, kejujuran mereka sebagai aparat pajak banyak dipertanyakan publik," tegas Uchok.

 

Selain itu Uchok juga berpendapat, para pegawai Dirjen Bea dan Cukai yang menerima seluruh fasilitas tersebut bukanlah sosok pegawai yang baik. Pasalnya, mereka juga mendukung adanya praktek pemborosan anggaran.

 

"Orang-orang miskin tidak pernah mengemis meminta selembar bahan pakaian apapun dari negara untuk menjahit baju mereka yang compang camping. Padahal, orang-orang miskin yang seharusnya  berhak atas bahan pakai dinas, sepatu dinas baru, kancing pakaian upacara, kemeja kerja pegawai dan penjahitan pakaian," pungkasnya.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini