nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

MUI Bantah Fatwanya Telah Menyesatkan

Angkasa Yudhistira, Jurnalis · Sabtu 29 Desember 2012 09:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2012 12 29 337 738742 4UMN4Wgd0u.jpg Ilustrasi (Okezone)

JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ahmad Cholil Ridwan, tidak terima atas hasil penelitian yang dilakukan oleh Wahid Institute dengan menempatkan MUI dalam posisi atas, dalam tindak kekerasan agama melalui fatwa-fatwa yang dikeluarkan.

 

"Enggak benar itu, fatwa itu kan atas dasar ayat-ayat Alquran dan hadist nabi, jadi fungsi dari fatwa adalah untuk menyelamatkan umat dari kesesatan," kata Cholil, saat berbincang dengan Okezone, Jumat (28/12/2012).

 

Sebelumnya, Koordinator Program Wahid Institute, Rumadi Ahmad, berpendapat bentuk tindakan intoleransi yang paling sering dilakukan MUI adalah fatwa-fatwa keagamaan yang menyesatkan kelompok lain, dimana MUI juga meminta pemerintah melarang kelompok tersebut. Selain itu, MUI juga sering melakukan tindakan penyebaran rasa benci terhadap aliran-aliran yang mereka sesatkan.

 

Terakit hal tersebut, Cholil berpandanganngan bahwa MUI berkewajiban untuk selalu melindungi umat dari organisasi atapun golongan yang memang ada untuk menyesatkan umat seperti Ahmadiyah yang mengklaim memiliki nabi terakhir setelah nabi Muhammad.

 

"Sekali lagi saya tekankan bahwa fatwa yang dikeluarkan MUI itu untuk menjaga umat, dan MUI berkewajiban akan itu. Seperti Ahmadiyah yang menjadi agama sendiri, itu kan sesat, ya kami harus mengingatkan umat, melindungi umat, fatwa itu memiki dasar yang pasti yakni ayat Allah dan Hadist nabi," ujarnya.

 

Selain MUI, FPI juga merupakan ormas lain yang menonjol sebagai pelaku pelanggaran nonpemerintah. Bahkan FPI berada diposisi teratas dalam hal pelanggaran beragama berdasarkan data Wahid Institute.

(cns)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini