nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lebih Korup Dibanding Timor Leste, SBY Seharusnya Malu

K. Yudha Wirakusuma, Jurnalis · Senin 31 Desember 2012 09:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2012 12 31 339 739227 qaAhAP2OQF.jpg Presiden SBY (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Berdasarkan laporan hasil survei Transparency Internasional (TII) pada 2012, Indonesia menduduki peringkat 118 dari 176 negara, atau naik dari peringkat 100 pada tahun 2011. Bahkan ditingkat tingkat Asia Tenggara, Indonesia jauh tertinggal dari negara tetangganya, seperti Timor Leste, Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand, dan Filipina.                                         

Indonesian Corruption Watch (ICW) menilai hal tersebut wajar, lantaran dalam 10 tahun terakhir Indonesia tak memiliki komitmen tegas soal pemberantasan korupsi.

“Seharusnya malu sekali, namun yang berhak malu yaitu elit dan pejabat, khususnya presiden Yudhoyono. karena tiap tahun seperti itu, bahkan kalah jauh Brunai,” kata Peneliti ICW Apung Widadi, saat berbincang dengan Okezone, Minggu, (31/12/2012).

Dia menambahkan bahwa presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), terkesan kurang mendukung kinerje Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Kongritnya pada saat adanya ketegangan antara KPK dan Polri, beberapa waktu lalu. Yudhoyono terkesan tak mendukung KPK dalam memberantas korupsi,” terangnya.

Selain itu, lanjut Apung, dua penegak hukum yang dimiliki yaitu Polri dan Kejaksaan Agung, belum bekerja masimal dalam pencegahan korupsi, serta pemberantasan.        “Baru KPK yang progresif memberantas korupsi,” tukasnya.

Sebelumnya Ketua DPP Bidang HAM dan Perundang-undangan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Trimedya Panjaitan menilai, meningkatnya indeks perilaku korupsi di Indonesia karena upaya dalam pemberantasan korupsi masih fokus pada penangkapan pelaku Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), bukan pada pencegahan.

 

Dia mencatat, berdasarkan laporan hasil survei Transparency Internasional (TII) pada 2012, Indonesia menduduki peringkat 118 dari 176 negara, atau naik dari peringkat 100 pada tahun 2011. Artinya, bukan hanya di dalam negeri, tetapi di mata dunia Indonesia masih terlihat buruk terkait pemberantaasan tindak pidana korupsi.

 

"Agenda pemberantasan korupsi dalam konteks mengadili para pelaku korupsi memang semakin meningkat. Tapi peningkatan ini tidak sebanding lurus dengan upaya pencegahan korupsi," ujar Trimedya, Minggu (30/12/2012).

 

Melihat peringkat Indonesia yang duduk di angka 32, itu berarti Indonesia sejajar dengan Equador, Republik Dominika, dan Mesir, dan Madagaskar. Sementara, jika secara regional atau di tingkat Asia Tenggara, Indonesia sebagai negara besar, memiliki skor indeks korupsi jauh dari negara tetangganya, seperti Timor Leste yang memiliki skor 33, Singapura yang memiliki skor 87, Brunei Darussalam memiliki skor 55. Lalu, Malaysia dengan skor 49, Thailand skor 37, dan Filipina dengan skor 34.

(ydh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini