Share

UNY Juarai Lomba Desain Kincir Angin

Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Rabu 02 Januari 2013 13:03 WIB
https: img.okezone.com content 2013 01 02 373 740123 DHIIXNBwXT.jpg Para juara lomba desain kincir angin tingkat nasional. (Foto: dok. UGM)

JAKARTA - Salah satu potensi alam yang dimiliki Indonesia adalah tenaga angin, yang terutama terdapat di kawasan pantai. Dengan teknologi yang tepat, tenaga angin dapat diubah menjadi tenaga listrik dan sumber energi terbarukan.

Potensi tenaga angin inilah yang diulik 27 tim dari 13 perguruan tinggi di Tanah Air dalam kompetisi desain kincir angin tingkat nasional di pantai baru Pandansimo, Bantul, Yogyakarta, belum lama ini. Dalam kompetisi penutup tahun 2012 tersebut, ke-27 kincir angin buatan mahasiswa dinilai berdasarkan kemampuannya dalam menghasilkan listrik selama 2x24 jam.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Salah satu juri, Eka Firmansyah, S.T., M.Eng., PhD. menjelaskan, panitia menyediakan satu generator listrik dengan daya 400 watt bagi masing-masing tim. Generator ini berperan dalam konversi tenaga angin menjadi energi listrik. Tidak ada batasan penggunaan kincir angin bagi tiap tim selama listrik yang dihasilkan jauh lebih besar meski rata-rata kecepatan angin di bawah 10 meter per detik.

"Prinsipnya, akumulasi jumlah energi yang diperoleh selama dua hari perlombaan," kata Eka, seperti dikutip dari laman Universitas Gadjah Mada (UGM),  Rabu (2/1/2013).

Pada lomba perdana kerjasama UGM, Kemenristek, dan Pemkab Bantul tersebut, delegasi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan Tim Sapuangin dan Nagaphasa, berhasil menjadi juara umum. Tim Sapuangin meraih juara pertama dan tim Nagaphasa menjadi juara kedua. Sementara itu, tim Garda Tamansiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta membawa pulang predikat juara ketiga. Hadiah juara harapan I jatuh kepada tim Zefiros dari Universitas Muhamadiyah Surakarta dan juara harapan II adalah tim Larins Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.

Menurut Ketua dewan juri, Ir. Heru Santoso, M.Eng., Ph.D., hanya ada empat tim yang berhasil menghasilkan energi listrik di atas 100 watt per jam selama dua hari lomba. "Hasil energi listrik tertinggi diatas 200 watt jam dan 191 watt jam," imbuhnya.

Direncanakan, kompetisi desain kincir angin akan dihelat secara rutin setiap tahun. Nantinya, tidak hanya mahasiswa, penyelenggara kegiatan juga akan melibatkan pelajar agar teknologi kincir angin kian dikenal masyarakat. Kepala Bidang Transfer Iptek, Kemenristek, Ari Hendrarto Saleh, berharap, kegiatan tersebut dapat mendorong generasi muda menguasai iptek bidang energi baru dan terbarukan.

"Mereka harus menguasai tekologi baru dan terbarukan. Dengan begitu, kita bisa menemukan cara lain supaya ketahanan energi kita tetap terjaga," ujar Ari.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini